Kamis, 25 Juni 2009

PTK Biologi BAB IV

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

1). Data Tes Awal

Agar guru mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup, maka perlu diberikan pretes (tes awal) yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Tes tersebut disampaikan sebagai alat untuk mendiagnosi siswa juga berfungsi untuk mengetahui presepsi mereka tentang materi yang akan dibahas selanjutnya. Hasil tes awal tersebut dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 1

Seberapa nilai tes awal siswa kelas III 3 dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup.

NO

NIS

NILAI

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33. 34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

13852

13853

13854

13857

13858

13859

13860

13861

13862

13863

13864

13865

13866

13868

13869

13870

13871

13872

13873

13874

13875

13876

13877

13878

13879

13880

13881

13882

13883

13885

13886

13887

13888

13889

13890

13891

13892

13895

13896

13899

80

80

40

60

75

40

70

70

80

80

50

55

60

65

40

40

70

80

40

60

70

80

50

40

60

65

60

40

60

40

80

70

65

60

65

80

80

80

40

40

Nilai Rata-rata

55,12

Keterangan :

1). Jumlah siswa yang tuntas belajar 19 orang

2). Prosentase ketuntasan = 47,5%

Seorang siswa dikatakan tuntas belajar, apabila siswa yang bersangkutan dapat meraih nilai minimal 6,5. sedangkan ketuntsan belajar secara klasifal 80%.

Dengan berpedoman pada hal diatas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (53%) siswa kelas III3 SMP Negeri 1 Sape yang mempunyai kemampuan mengenal cara-cara perkembangbiakan masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelaksanaan tindakan kelas.

Tabel 2

Hasil belajar siswa kelas III 3 dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan pada siklus I

NO

NIS

NILAI

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33. 34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

13852

13853

13854

13857

13858

13859

13860

13861

13862

13863

13864

13865

13866

13868

13869

13870

13871

13872

13873

13874

13875

13876

13877

13878

13879

13880

13881

13882

13883

13885

13886

13887

13888

13889

13890

13891

13892

13895

13896

13899

95

95

60

60

95

40

70

90

95

95

80

60

85

60

70

85

95

65

75

70

95

40

85

85

70

40

65

80

40

45

95

85

85

70

90

92

90

95

40

40

Nilai Rata-rata

67,67

Analisa tabel 2.

Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa kelas III 3 rersebut dapat ditabulasikan dalam interval nilai dibawah ini.

Tabel 3

Analisis nilai hasil belajar siswa kelas III3 dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup.

No.

Interval Nilai

f1

X1

f L x L

1.

40 – 50

7

45,5

45,5

2.

51 – 60

3

55,5

166,5

3.

61 – 70

7

65,5

458,5

4.

71 – 80

3

75,5

226,5

5.

81 – 90

10

85,5

855

6.

91 – 100

10

95,5

955

Jumlah

40

2707

X = e ƒ x L = 2707

e ƒ L 40

= 67,67%

fL = Jumlah siswa tiap interval

XL = angka tengah tiap interval kelas.

Tabel 4

Data Hasil belajar siswa kelas III 3 dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup pada siklus II

NO

NIS

NILAI

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33. 34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

13852

13853

13854

13857

13858

13859

13860

13861

13862

13863

13864

13865

13866

13868

13869

13870

13871

13872

13873

13874

13875

13876

13877

13878

13879

13880

13881

13882

13883

13885

13886

13887

13888

13889

13890

13891

13892

13895

13896

13899

97

95

95

90

95

50

85

95

96

95

90

95

95

65

75

87

95

75

100

85

100

60

70

90

85

75

60

75

90

70

80

96

85

100

95

95

100

93

70

90

Nilai Rata-rata

81,75

Selanjutnya hasil belajar siswa tersebut ditabelasikan dalam interval nilai dibawah ini.

Tabel 5

Hasil belajar siswa dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup kelas III 3 SMP negeri 1 Sape pada siklus II

No.

Interval Nilai

F1

X1

f L x L

1.

50 – 60

3

55

16,5

2.

61 – 70

3

65,5

196,5

3.

71 – 80

5

75,5

377,5

4.

81 – 90

9

85,5

769,5

5.

91 – 100

20

95,5

1910

Jumlah

40

3270

X = e ƒ L x L

e ƒ L

= 81,75%

Melihat kenyataan diatas maka target yang ditetapkan penulis yaitu 80% telah tercapai, dengan demikian penggunaan metode diskusi melalui pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapt meningkatkan motivasi siswa mengenal cara-cara pembikan makhluk hidup dan juga aktivitas siswa dalam KBM meningkat.

Tabel 6

Data aktivitas kelompok pada setiap palaksanaan siklus I dan II

No

Kelompok

Aktivitas

Pada Siklus

Rata-rata

Ket

I

II

1.

2.

3

4.

5.

6.

7.

8.

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

5.0

6.0

6.0

5.0

6.5

6.0

7.0

6.0

80

6.0

7.0

8.0

7.5

70

60

75

7.5

6.0

65

7.0

7.0

6.5

6.5

6.25

Kenaikan Aktivitas

Tetap

Kenaikan Aktivitas

Kenaikan Aktivitas

Kenaikan Aktivitas

Kenaikan Aktivitas

Kenaikan Aktivitas

Kenaikan Aktivitas

Jumlan

47,5

57.0

51.25

Secara umum terjadi peningkatan jumlah aktivitas kelas, rata-rata antara kegiatan I dengan ke II dari 5.0 menjadi 8.0 sebesar 30 aktivitas.

Aktivitas rata-rata tertinggi dicapai oleh kelompok 1 dengan 32. Aktivitas-aktivitas terendah dicapai oleh kelompok II dengan 12 aktivitas. Dari 8 kelompok diskusi yang dibentuk dikelas, terdapat satu kelompok dengan aktivitas tetap pada kegiatan I maupun pada kegiatan II yaitu kelompok II dan satu kelompok mengalami aktivitas yang menurun yaitu kelompok VII. Ternyata setelah diteliti penurunan aktivitas itu terjadi karena pada kegiatan yang kedua salah seorang anggota tidak hadir karena sakit, namun kalau diperhatikan skor rata-rata kelompok VII masih berada di atas skor rata-rata kelompok dengan aktivitas terendah.

4.2. PEMBAHASAN

1). Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Pada pelaksanaan tindakan kelas ini, siswa dibagi menjadi 8 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 5 orang siswa yang diambil sesuai dengan nomor urut pada absensi kelas. Materi pembelajaran disampaikan kepada siswa, yang selanjutnya dibahas dalam kelompok masing-masing. Pada saat siswa sedang berdiskusi kelompok, guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain sambil memberi motivasi dan meluruskan masalah jika terdapat permasalahan yang menyimpang dari konsep yang diinginkan. Setelah masing-masing kelompok menemukan dan berhasil menyimpulkan hasil pembahasannya, maka dimulailah diskusi antar kelompok yang satu dengan yang lain. Kelompok yang satu bertindak selaku penyaji sedangkan kelompok yang lain sebagai peserta, demikian sebaliknya. Disini guru berperan hanya sebagai motivasi dan fasilitator dalam pelajaran kelompok, dalam pelaksanaan tindakan siklus ini terdapat beberapa siswa kurang aktif dalam berdiskusi.

Siswa yang kurang aktif dalam berdiskusi ternyata setelah dilakukan pendekatan siswa yang bersangkutan belum siap dengan materi yang didiskusikan karena keterbatasan buku khususnya. Setelah semua kelompok telah memaparkan hasilnya. Selanjutnya guru mengumumkan kelompok diskusi terbaik dan memberikan arahan mengenai persiapan materi dan sarana yang diperlukan dalam pembelajaran kelompok.

Setelah mengadakan analisis hasil belajar pada pelaksanaan siklus I seperti terlihat pada tabel 3, belum mencapai target yang ditetapkan yakni 80%, oleh karena itu perlu dilakukan uji coba pada siklus berikutnya dengan mengadakan pembenahan pada kekurangan diatas.

2). Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Pada pelaksanaan pembeljaran berikutnya atau pada siklus kedua ini dilakukan dengan pengecekan sarana yang di siapkan siswa, kemudian memberikan materi yang akan dibahas. Selanjutnya setiap kelompok diberikan permasalahan yang sama setiap anggota kelompok masing-masing diberikan tanggung jawab untuk membahas konsep cara-cara pebiakan makhluk hidup sehingga ada anggota kelompok yang pasif. Hasil diskusi masing-masing kelompok anggota dirangkum dalam kelompok sebagai bahan diskusi antar kelompok. Dengan pola seperti aktivitas siswa dalam kelompok dan antar kelompok lebih meningkat.

Dengan melihat kenyataan pada analisis hasil belajar pada tabel 5, maka target yang ditetapkan penulis 80% telah tercapai, dengan demikian penggunaan metode diskusi melalui pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengenai cara-cara pembiakan mahluk hidup dan juga kalau dilihat aktivitas siswa dalam KBM meningkat seperti terlihat pada tabel 6.

Dilihat dari analisis hasil penelitian di atas,pembelajaran melalui diskusi kelompok dengan mengenal model lks bergambar dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan pemahaman terhadap diri dan orang lain sehingga akan timbul minat, sikap dan motivasi belajar siswa semakin positif, selanjutnya akan disertai dengan peningkatan prestasi belajar yang ditunjukkan dari hasil evaluasi.

Menirut pedoman penilaian SLTP 1994, nilai limit ketuntasan belajar seoarang siswa adalah 65 ke atas. Jika kurang dari angka tersebut siswa belum tuntas belajar. Dari hasil analisis terdapat 37 orang siswa dari 40 oarang siswa telah mencapai ketuntasan belajar sebesar 92% dengan nilai rata-rata kelas 8,8 hal ini menunjukkan bahwa metode diskusi dengan model LKS bergambar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan mahluk hidup. Kenyataan ini di peroleh berkat adanya :

1. Siswa lebih mempersiapkan diri dengan materi ajar yang akan dibahas berikutnya.

2. Rasa percaya diri siswa lebih tinggi.

3. Anggota kelompok sering dimotivasi oleh kehadiran kelompok lain.

4. Masing-masing kelompok akan berusaha untuk mempertahankan hasil kelompoknya.

Disamping hal-hal di atas yang mendukung keberhasilan dalam pembelajaran melalui diskusi diperlukan pula perencanaan tugas-tugas kelompok yang lebih rinci, perhatiaan guru dalam pengawasan dan motivasi maupun sebagai fasilisator mengingat jumlah kelompok yang banyak dalam satu kelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar