Kamis, 25 Juni 2009

PTK BIOLOGI BAB III

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Rancangan Penelitian

Prosedur penelitian tindakan kelas ini direncanakan dua siklus. Setiap siklus dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan diberikan teks awal (pretes). Dari evaluasi guru dapat merefleksi tindaka Prosedur penelitian tindakan kelas ini direncanakan dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan sesuai yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal cara-cara perkembangbiakan dan mengoptimalkan aktifitas dan kreatifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar yaitu penerapan kooperatif tipe STAD yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok kemudian diskusi kelas.

Dengan berpedoman pada evaluasi diatas, maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1). Perencanaan (planning).

2). Pelaksanaan tindakan (action).

3). Observasi (observation).

4). Refleksi (reflektion).

Agar lebih rinci prosedur penelitian kelas pada siklus I ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

3.1.1. Perencanaan (planning)

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah menyusun program pembelajaran dengan menerapkan metode diskusi. Dengan pendekatan kooperatif tipe STAD menyusun lembar observasi, mempersiapkan media pembelajaran yang diperlukan dalam rangkan peningkatan kemampuan siswa mengenal cara-cara pembiakan makhluk hidup, mendesain alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengenal cara-cara pembiakan makhluk hidup.

3.1.2. Pelaksanaan tindakan (action)

Pada tahap pelaksanaan tindakan ini berbentuk proses interaksi antarara guru dengan siswa. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan desain pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi melalui pendekatan kooperatf tipe STAD dengan langkah-langkah berikut :

1. Tahap persiapan

- Langkah pertama guru mengajukan pertanyaan pengetahuan prasyarat siswa

- Langkah kedua memotivasi siswa dengan memperlihatkan gambar-gambar yang sudah di desain oleh guru berupa LKS

- Langkah ketiga guru menyatakan kegiatan utama pembelajaran

- Langkah keempat menyatakan permasalahan

- Langkah kelima membentuk kelompok Diskusi kecil beranggotakan empat sampai

Lima siswa, alokasi waktu sampai langkah kelima 120 menit.

2. Tahap kegiatan inti

Langka keenam menggunakan LKS bergambar dengan cara :

a. Setiap kelompok memilih amplop yang didalamnya berisi LKS bergambar

b. Bahan tersebut di diskusikan dengan kelompoknya masing-masing

c. Setelah diskusi kelompok selesai, masing-masing kelompok mempresentasekan hasil diskusinya dengan menggunakan charta

d. Setiap keberhasilan kelompok diberikan reward berupa bintang.

(alokasi waktu untuk langkah keenam ini tidak lebih dari 60 menit).

3. Tahap akhir

- Langkah ketujuh memberikan pertanyaan lanjutan dari hasil diskusi yang menuntun siswa menguasai konsep atau sub konsep

- Langkah kedelapan menarik kesimpulan

- Langkah kesembilan menutup proses pembelajaran dengan memberikan tugas penguatan materi.

(alokasi waktu untuk tahap ini maksimal 20 menit)

3.1.3. Observasi (observation)

Pada tahap ini dilaksanakan tahap observasi terhadap pelaksanaan tindakan. Alat observasi yang digunakan adalah lembar observasi yang telah disusun. Sebagai observator pada kegiatan ini adalah kepala atau salah seorang guru yang ditugasi.

3.1.4. Refleksi (Reflection)

Hasil yang diperoleh dalam tahap obserfasi dikumpulkan dan dianalisa. Dari proses analisa terhadap observasi, guru dapat merefleksi diri apakag tindakan yang digunakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal cara-cara pembiakan makhluk hidup. Selain lembar observasi, guru dapat juga menggunakan jurnal yang dibuat saat guru selesai melaksakan proses pembelajaran. Analisis hasil belajar siswa dilakukan untuk memperoleh kesimpulan tentang tingkat kemampuan siswa mengenal cara-cara pembiakan makhluk hidup. Hasil analisis ini data pada tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan pada siklus berikutnya.

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Oktober sampai dengan Nopember 2006. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sape kabupaten Bima di kelas III.3. Jumlah siswa III.3 adalah 40 orang dan terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan dengan kemampuan siswa yang heterogen.

3.3. Faktor Yang Diselidiki

Aspek yang diseliki pada penelitian ini adalah melihat kemampuan siswa kelas III 3 SMP Negeri 1 Sape mengenai:

a. Penerapan pendekatan kooperatif tipe STAD dengan LKS bergambar.

b. hasil belajar siswa dalam mempelajari konsep cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup.

3.4. Metode Pengambilan Data

Metode Pengambilan Data merupakan suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk mendapatkan data. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Data aktivitas kelas diambil melalui obervasi pada saat pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan lembar observasi.

b. Data hasil belajar siswadiambil setelah masing-masing siklus berlangsung.

c. Data tentang motivasi siswa diambil melalui angket setelah KBM berlangsung.

d. Data tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan didapat dari rencana pembelajaran dan observasi.

3.4.1. Tehnik Analisis Data

Data hasil penelitian yang terhimpun diklasifikasikan atas dua jenis data yaitu kuantitatif. Data kualitatif berupa nilai para siswa pada setiap siklus. Dengan mempergunakan tehnik statistik data kuantitatif ditabulasikan dan dihitung rata-ratanya. Rata-ratanya dihitung melalui rumus :

X = ƒ 1 x 1

ƒ 1

Keterangan :

X = Rata-rata nilai

ƒ 1= Jumlah siswa yang mendapat nilai dalam interval

X 1 = Angka tengah tiap interval kelas.

Rumusan tersebut ditarapkan setelah data ditabulasikan ke dalam tabel distribusi berkelompok. Dari hasil perhitungan ini akan diperoleh nilai tertentu yang menggambarkan kemampuan siswa mengenal cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup.

3.5. Indikator Kinerja

Yang menjadi indikator keberhasilan tindakan ini adalah bilamana kemampuan siswa dalam mengenal cara-cara pembiakan mencapai tingkat keberhasilan 80% secara klasikal dan indufidual 65 %.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar