Jumat, 19 Juni 2009

PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAB III

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Setting Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyimak Pidato Siswa” ini bersetting SMP Negeri 4 Sape. Sampel yang diambil berjumlah 40 orang siswa dengan rincian: siswa laki-laki berjumlah 24 orang dan siswa perempuan berjumlah 16 orang. Sedangkan tahun pelajarannya berlangsung pada tahun pelajaran 2008/2009.

3.2 Faktor –faktor yang Diteliti

Faktor yang diteliti adalah faktor siswa terkait dengan upaya peningkatan kemampuan menyimak pidato siswa kelas IX, terutama faktor yang dominan sebagai penghambat dalam memahami informasi yang terkandung dalam pidato.

3.3 Rencana Tindakan

Pelaksanaan PTK ini secara bertahap dengan prosesnya secara bertahap, konkretnya dilaksanakan dalam tiga (3) siklus dan diharapkan pada akhirnya terjadi perubahan yang signifikan terutama mengantisipasi keterlambatan pemahaman simakan siswa terhadap isi pidato.

Mencermati kondisis riil di lapangan menunjukkan bahwa dalam KBM terjadi kendala dalam uapaya peningkatan kualitas pemahaman siswa. Karena itu, diupayakan agar dicarikan langkah praktis mengantisipasinya, terutama memperhatikan kondisi yang kondusif sehingga dalam mengkomunikasikan ide pada gilirannya terjadi komunikasi komunikatif.

Konkretnya, seorang guru berusaha menciptakan kondisi yang kondusif dengan langkah praktisnya merencanakan situasi yang menyenangkan , materi yang disusun dengan mengacu pada standar kompetensi yang ada serta indikator yang tersedia, metode yang cocok, dan diadakan evaluasi sebagai barometer untguk mengukur seberapa jauh pemahaman siswa dalam menyimak informasi terkait dengan pidato.

Sasaran akhir dari perencanaan ini adalah menjadi dasar titik tolak memecahkan permasalahan yang ada ,kemudian direnacakan upaya tindakan signifikan yakni pemeberian pelatihan melalui pola latihan bertahap secara klasikal sehingga KBM bermakna bagi siswa.

3.3.1 Perencanaan

a. Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan yang ditemukan oleh guru terkait simakan

siswa dalam KBM.

b. Merumuskan alternatif tindakan sebagai langkah praktis dalam upaya

meningkatkan kemampuan siswa terutama dalam menyimak isi pidato

c. Membuat renacana pembelajaran sebagai upaya perbaikan terhadap hasil simakan

sebelumnya.

d. Mempersiapkan lembar kerja siswa dengan mengcau pada rencana pelaksanaan

pembelajaran(RPP).

3.3.2 Pelaksaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan tindakan yang telah direncanakan secara matang.

3.3.3 Observasi

Proses observasi terhadap tindakan dilakasanakan dengan melakukan observasi dan pemantauan sebagai bahan pertimbangan untuk evaluasi lebih lanjut pada pelaksanaan tindakan.

3.3.4 Refleksi

Kegiatan pada tahap refleksi ini diawali dengan menyimpulkan materi hasil observasi sampai dengan menganalisis agar diperoleh informasi tentang refleksi diri apakah pelaksanaan tindakan telah sesuai dengan rencana yang ada. Selain menggunakan data hasil observasi, diperlukan pula catatan yang telah dibuat setelah melaksanakan kegitan pembelajaran. Hasil analisis data yang ada dilaksanakan pada tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan tahap berikutnya.

3.4 Metode Pengumpulan Data

a. Adapun sumber data dalam PTK ini adalah Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Sape dan guru mata pelajaran Bahasa Indinesia Kelas IX.

b. Jenis Data

Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) data hasil belajar siswa dan (b) data hasil observasi.

c. Cara pengambilan data

Pengambilan data dilakukan dengan cara sebagai berikut:

(1) Data hasil belajar siswa diambil dengan memberikan tes tertulis pada siswa.

(2) Data situasi dalam proses pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar obsertvasi.

(3) Data tentang refleksi diri dan perubahan yang terjadi di kelas diambil dari catatan yang dibuat oleh guru.

3.5 Metode Analis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi sebagai berikut:

(1) Memberi persentasi rata-rata nilai keseluruhan(klasikal) dari materi yang dinilai. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan statistik menggunakan teknik distribusi frekunesi dengan rumus:

.

Keterangan :

X = Mean atau rata-rata

f(x) = Jumlah seluruh skor atau nilai seluruh siswa

n = jumlah siswa

2. Mencapai persentasi jumlah siswa yang mendapat standar minimal ke atas

Rumus = %

Keterangan :

Qr = jumlah siswa yang tuntas belajar (mendapat nilai standar minimal ke atas)

T = Jumlah seluruh siswa

Penilaian (skor) yang digunakan untuk menilai adalah sebagai berikut :

a. 80-100 = baik sekali

b. 66- 79 = baik

c. 56- 65 = cukup

d. 46- 55 = kurang

e. 0- 45 = sangat kurang

Kategori:

  1. Baik sekali, apabila semua aspek yang dinilai terdapat pada lembaran kerja siswa dan sangat memuaskan.
  2. Baik, apabila semua aspek yang dinilai terdapat dalam Lembaran Kerja Siswa (LKS) walaupun sedikit masih kurang lengkap.
  3. 1.Cukup, apabila:

(1) ada korelasi antara apa yang disimak dengan apa yang diaplikasikan

(2) Isi simakan dapat dimengerti oleh orang lain

(3) Menggunakan jedah dan ekspresi yang dipahami oleh orang lain

(4) Memahami jenis pidato

2. Kurang apabila :

(1) korelasi antara simakan denga apa yang diaplikasikan kurang

(2) simakan kurang dipahami ketika diaplikasi hasil simakan isi pidato

(3) pembicaraan kurang menggunakan intonasi sehingga sulit dipahami

Orang lain

(5) Isi pidato kurang dipahami orang lain

3. Sangat kurang, apabila:

Semua aspek yang dinilai terdapat dalam LKS, namun sangat jauh dari

Kesempurnaan atau dari standar nilai.

Tabel 3.5 Standar Penilaian

Aspek penilaian

Bobot

1 Pengertian : a.menyimak; b.Pidato

2. Tujuan Menyimak

3. Jenis-jenis menyimak

4. Hambatan dalam menyimak

5.Hubungan Menyimak dengan berbicara

6. Metode Pidato

. 7.Hambatan Pidato

8. Isi Pidato

10

10

10

10

20

10

10

20

Jumlah

100

3.6 Indikator Kinerja

Indikator kinerja keberhasilan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Jika persentasi siswa yang dapat meningkat prestasi kemampuan menyimak hasil pidato sebanyak 75 % (untuk nilai rata-rata kelas) dan mencapai 75% untuk jumlah siswa yang memperoleh nilai cukup (56-65) atau standar minimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar