Minggu, 12 Juli 2009

PTK Skripsi Bahasa Indonesia

BAB III
METODE PENELITIAN
3. 1 Metode penentuan subjek penelitian
Subjek penelitian merupakan sumber informasi terhadap objek yang akan diteliti. Subjek penelitian dapat berupa orang, tempat atau symbol. Apabila subjek penelitian berupa orang, maka jumlah subjek hendaknya menjadi perhitungan bagi peneliti untuk menentukan metode. Subjek yang jumlahnya terlalu besar tidak mungkin melakukan penelitian secara menyeluruh, maka peneliti perlu mengambil sample dengan random sample.

Menurut Sugiono ( 2000 : 60 ) dalam penjelasannya mengatakan, apabila sampel jumlahnya di atas 100 orang, boleh diambil 20 % atau lebih sebagai sample. Sebaliknya sample yang jumlahnya di bawah 100 orang, dapat menggunakan penelitian populasi. Karena subjek yang diteliti pada penelitian ini kapasitasnya di atas 100 orang, maka penelitian menggunakan penelitian sample.
Menurut Arikonto ( 1998 : 115 ), mendefinisikan populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada di dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan menurut Netra ( 1974 : 10 ) mengemukakan bahwa popu;asi merupakan keseluruhan individu yang menjadi subjek penelitian yang nantinya dikenai generalisasi. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Sape Tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 480 orang.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi ( Djarwanto, 1993 : 103 ).
Penentuan anggota sampelnya adalah secara simple random sampling yaitu pengambilan sample itu secara acak tanpa memperhatikan starat yang ada dalam sejumlah banyak populasi, selanjutnya untuk menentukan jumlah sample yang akan digunakan dalam penelitian ini digunakan simple random sampling, maka yang akan dijadikan sample adalah sejumlah populasi yaitu sebagian dari siswa SMAN 1 Sape yaitu diambil dari dua kela saja yang berjumlah 60 orang. Karena 60 orang cukup mewakili dari siswa yang berjumlah 480 orang.


3.2 Metode Pengumpulan Data
1. Metode Observasi
Observasi (pengamatan) merupakan kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, peraba, dan pengecap. Apa yang dikatakan ini sebenarnya adalah pengamatan realita.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian digunakan untuk menyebut jenis observasi, yaitu :
a. Observasi nom-sistimatis, yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrument
b. Observasi sistimatis, yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrument pengamatan.
Untuk membandingkan efektifitas antara penggunaan media gambar dengan media realita, diukur dengan membandingkan perbedaan selisih rata-rata nilai
( means ) pre test dan mean post test pada masing-masing media.Selisih yang tinggi menyatakan efektifitas dari media yang digunakan.
2. Metode Wawancara
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan suatu perencanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Komponen-komponen dari rencana pembelajaran ialah silabus, SK, KD, Indikator, dan Evaluasi.
b). Lembar Kerja Siswa ( LKS )
Lembar Kerja siswa ini berisi perintah-perintah yang harus dilakukan oleh siswa dalam pre test dan post test. Pembelajaran menulis wacana pada masing-masing kelas dilaksanakan tiga tahap yaitu : tahap pendahuluan dan pelaksanaan apresiasi dan pretest. Tahapn ini merupakan tahapan penyampaian materi pelajaran dan tahapan penutupan dengan memberikan penguatan dan pemberian post test.
Selama pembelajaran berlangsung, guru bidang studi sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dikedua kelas tersebut, selalu mengawasi proses belajar mengajar sambil memberikan penilaian terhadap aktivitas siswa dan guru ( penulis ).
3.3 Metode Analisa Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknikanalisis statistic kuantitatif, yaitu dengan cara mempresentasikan option (kemungkinan jawaban pada setiap pertanyaan) untuk mengambil kesimpulan setiap variable penelitian. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, peneliti menggunakan system penilaian acuan patokan ( PAP ) yaitu dengan mengubah skor mentah ke skor standar.
Prosedurnya adalah :
a). Mencari Skor Maksimal Ideal ( SMI )
Rumus : Jumlah soal x bobot
b). Mencari angka Rata-rata Ideal ( MI )
Rumus : ½ x SMI
c). Mencari standar Deviasi Ideal ( SDI )
Rumus : 1/3 x MI


Di mana :
Σ fX = Jumlah frekwensi skor seluruh siswa

N = Jumlah sample

M = Nilai Rata-rata

a. Selanjutnya peneliti mencari :
SD =√ Σ fX
N
Di mana :
SD = Standar Deviasi
Σ fX = Jumlah frekwensi skor seluruh siswa

N = Jumlah sample

Untuk mengetahui tingkat kemampuan individual, peneliti menggunakan rumus sebagai berikut :

1). Kemampuan tinggi adalah M+1 SD ke atas
2). Kemampuan sedang adalah M ± 1 SD sedang
3). Kemampuan rendah adalah M – 1 SD ke bawah
Mencari frekuensi masing-masing kategori
P = x 100%


Selanjutnya peneliti mencari Indeks Prestasi kelompok dengan rumus :
IPK = x 100%

Di mana :

IPK = Indeks Prestasi Kelompok
M = Mean atau Nilai rata-rata
SMI = Skor maksimal ideal, artinya skor yang mungkin dicapai, semua skor dicapai kalau
semua soal dijawab dengan benar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar