Bagi rekan-rekan Mahasiswa ataupun siapa saja yang mau mengoleksi Skripsi, silakan di download saja secara gratis pada link di bawah ini.
Cara melakukan download
Setelah klik link di bawah ini, akan terbuka halaman baru yang berisi iklan. Pada Pojok Kanan atas klik SKIP ADVERTISEMENT, tunggu beberapa saat, setelah itu klik download dan masukkan kode, kemudian klik download sekali lagi. Untuk suksesnya proses download, jangan menggunakan software download pihak ketiga
Skripsi Olahraga
Skripsi Bahasa Inggris
Skripsi Bahasa Indonesia
Penjas Orkes
PTK Bahasa Indonesia
PTK/Skripsi Bahasa Indonesia
Matematika
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Maret 2010
Selasa, 05 Januari 2010
SKRIPSI OLAHRAGA 2 ( BAB IV dan BAB V )
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Di dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang; A. Hasil Penelitian, dan B. Pembahasan.
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
Dalam bab ini peneliti akan membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan proses penelitian dalam rangka pembuktian dari permasalahan yang tercantum pada skripsi ini, baik yang menyangkut persiapan penelitian, jalannya penelitian, jadwal kegiatan serta data-data yang berhubungan dengan penelitian antara lain;
Tabel I :
Nama-Nama Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009.
No Nama Siswa Kelas Jenis Kelamin Ket
1 Ahmad Zaenurrahman XI a L
2 Bahriawan XI a L
3 Bambang Purwanto XI a L
4 Fatahul Aziz XI a L
5 Faturrahman XI a L
6 Hakiki XI b L
7 Hamdi Hamdillah XI b L
8 Herman XI b L
9 Husnul Jadid Fatwa XI b L
10 Lukman Hakim Lbjr XI b L
11 Achmad Subagia XI b L
12 Ahmad Jaelani XI b L
13 Ahmad Nuzul XI b L
14 Ahmad Sultonuddin XI b L
15 Ahmad Yani XI b L
16 Andri Satria XI b L
17 Junaidi Supriadi XI c L
18 M. Burhan Rozi XI c L
19 M. Gunadi XI c L
20 M. Taufik XI c L
21 Ahmad Baihaki XI c L
22 Ahmad Faozan XI c L
23 Hasbullah XI c L
24 Husnul Islam XI c L
25 Lalu Samsul Hadi XI c L
26 Munawir XI c L
27 Muhamad Ripa’i XI c L
28 Muhamad Aziz XI c L
29 Muhamad Faozan XI c L
30 Muhamad Hudairi XI c L
31 Ahmad Husaini XI c L
32 Alwan Syahroni XI c L
33 Azwar Hanandi XI c L
34 Dendi Aditya XI d L
35 Fatahul Rahman XI d L
36 M. Dinunal Islam XI d L
37 M. Isrodin XI d L
38 M. Ramdan XI d L
39 Muhajirin XI d L
40 Muhammad XI d L
Tabel II :
Hasil Tes Kemampuan Anggota Sampel Melakukan Tinggi Lompatan (Vertical Jump)
No Nama siswa TinggiLompatan Tinggi Raihan Kemampuan Vertical Jump
1 Ahmad Zaenurrahman 243 210 33
2 Bahriawan 226 200 26
3 Bambang Purwanto 243 215 28
4 Fatahul Aziz 238 210 28
5 Faturrahman 238 207 31
6 Hakiki 215 189 26
7 Hamdi Hamdillah 237 209 28
8 Herman 241 215 26
9 Husnul Jadid Fatwa 239 211 28
10 Lukman Hakim Lbjr 243 215 28
11 Achmad Subagia 248 217 31
12 Ahmad Jaelani 242 211 31
13 Ahmad Nuzul 232 210 22
14 Ahmad Sultonuddin 241 215 26
15 Ahmad Yani 239 211 28
16 Andri Satria 251 218 33
17 Junaidi Supriadi 248 217 31
18 M. Burhan Rozi 239 211 28
19 M. Gunadi 238 212 26
20 M. Taufik 243 215 28
21 Ahmad Baihaki 238 207 31
22 Ahmad Faozan 237 211 26
23 Hasbullah 235 209 26
24 Husnul Islam 243 215 28
25 Lalu Samsul Hadi 243 210 33
26 Munawir 226 200 26
27 Muhamad Ripa’i 243 215 28
28 Muhamad Aziz 238 210 28
29 Muhamad Faozan 238 207 31
30 Muhamad Hudairi 215 189 26
31 Ahmad Husaini 237 209 28
32 Alwan Syahroni 241 215 26
33 Azwar Hanandi 239 211 28
34 Dendi Aditya 243 215 28
35 Fatahul Rahman 248 217 31
36 M. Dinunal Islam 242 211 31
37 M. Isrodin 232 210 22
38 M. Ramdan 241 215 26
39 Muhajirin 239 211 28
40 Muhammad 251 218 33
Tabel III :
Data Hasil Tes Kemampuan Melakukan Jump Shoot Shooting
No Nama siswa Hasil Tembakan (shooting) Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Ahmad Zaenurrahman X X X X - X - X X X 8
2 Bahriawan X - X X X - X - - X 6
3 Bambang Purwanto - X X - X - X X X - 6
4 Fatahul Aziz X X - X - - - X X - 5
5 Faturrahman X X - X X X - X X X 8
6 Hakiki - X - X X X X - - X 6
7 Hamdi Hamdillah X - X - - X - X - X 5
8 Herman X X - X - X X - X X 7
9 Husnul Jadid Fatwa - - X X X X - X X - 6
10 Lukman Hakim Lbjr X X X - X - X - X X 7
11 Achmad Subagia X X X - X X X - X X 8
12 Ahmad Jaelani X X - X - X X X - - 6
13 Ahmad Nuzul X - - X - X - - X X 5
14 Ahmad Sultonuddin - X - X X - X X - - 5
15 Ahmad Yani X X X - X X - X X X 8
16 Andri Satria X - - X X X - X X X 7
17 Junaidi Supriadi X X - - - X X - - X 5
18 M. Burhan Rozi X - X X X - - X X X 7
19 M. Gunadi X X X - - X X X X - 7
20 M. Taufik X - X X X X X X - X 8
21 Ahmad Baihaki X X - X X - X - X X 7
22 Ahmad Faozan - X - X - X - X X - 5
23 Hasbullah - - X - X - - X - X 4
24 Husnul Islam - X X X - X X X - - 6
25 Lalu Samsul Hadi X X X X - X - X X X 8
26 Munawir X - X X X - X - - X 6
27 Muhamad Ripa’i - X X - X - X X X - 6
28 Muhamad Aziz X X - X - - - X X - 5
29 Muhamad Faozan X X - X X X - X X X 8
30 Muhamad Hudairi - X - X X X X - - X 6
31 Ahmad Husaini X - X - - X - X - X 5
32 Alwan Syahroni X X - X - X X - X X 7
33 Azwar Hanandi - - X X X X - X X - 6
34 Dendi Aditya X X X - X - X - X X 7
35 Fatahul Rahman X X X - X X X - X X 8
36 M. Dinunal Islam X X - X - X X X - - 6
37 M. Isrodin X - - X - X - - X X 5
38 M. Ramdan - X - X X - X X - - 5
39 Muhajirin X X X - X X - X X X 8
40 Muhammad X - - X X X - X X X 7
Tabel IV :
Data Hasil Ketepatan Jump Shoot Shooting
No Nama Siswa Hasil Test T-Scort Ket
Ketepatan Jump
Shoot Shooting
1 2 3 4 5
1 Ahmad Zaenurrahman 8 47
2 Bahriawan 6 38
3 Bambang Purwanto 6 38
4 Fatahul Aziz 5 36
5 Faturrahman 8 47
6 Hakiki 6 38
7 Hamdi Hamdillah 5 36
8 Herman 7 41
9 Husnul Jadid Fatwa 6 38
10 Lukman Hakim Lbjr 7 41
11 Achmad Subagia 8 47
12 Ahmad Jaelani 6 38
13 Ahmad Nuzul 5 36
14 Ahmad Sultonuddin 5 36
15 Ahmad Yani 8 47
16 Andri Satria 7 41
17 Junaidi Supriadi 5 36
18 M. Burhan Rozi 7 41
19 M. Gunadi 7 41
20 M. Taufik 8 47
21 Ahmad Baihaki 7 41
22 Ahmad Faozan 5 36
23 Hasbullah 4 33
24 Husnul Islam 6 38
25 Lalu Samsul Hadi 8 47
26 Munawir 6 38
27 Muhamad Ripa’i 6 38
28 Muhamad Aziz 5 36
29 Muhamad Faozan 8 47
30 Muhamad Hudairi 6 38
31 Ahmad Husaini 5 36
32 Alwan Syahroni 7 41
33 Azwar Hanandi 6 38
34 Dendi Aditya 7 41
35 Fatahul Rahman 8 47
36 M. Dinunal Islam 6 38
37 M. Isrodin 5 36
38 M. Ramdan 5 36
39 Muhajirin 8 47
40 Muhammad 7 41
a. Pengumpulan Data Kemampuan Tinggi Lompatan (vertical jump).
Data mengenai vertical jump diperoleh dengan cara melakukan pengukuran tinggi lompatan (vertical jump).
1. Tujuan : untuk mengetahui kemampuan melakukan vertical jump.
2. Prinsip : setiap anggota sampel melakukan vertical jump sebanyak 1 kali
3. Pelaksanaan : Tes melakukan posisi awal melakukan raihan telapak tangan, ujung telapak tangan menempel dengan baik pada dinding/tembok, pada saat aba-aba “mulai” testee mengangkat seluruh badan dengan tumpuan pada telapak tangan menyentuh dinding/tembok (raihan). Testee harus mengusahakan agar badan tetap dalam keadaan lurus selama melakukan tinggi lompatan (vertical jump).
4. Penilaian : Testee dapat melakukan gerakkan melompat setinggi-tingginya ke dinding/tembok melewati posisi raihan dan dilaksanakan 1 kali lompatan tertinggi.
5. Rumus penilaian : Vertical jump = tinggi lompatan – tinggi raihan telapak tangan
6. Petugas yang membantu pengambilan data :
a. Syaifullah, selaku peneliti Sekaligus sebagai koordinator dari petugas penelitian
b. Kasman, mahasiswa FPOK Yang membantu peneliti dalam pengambilan data pengukuran tinggi lompatan (vertical jump).
c. Idrahiyan, mahasiswa FPOK Yang membantu peneliti dalam pengambilan data pengukuran ketepatan jump shoot shooting.
b. Pengumpulan Data Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket.
1. Tujuan : untuk mengetahui tingkat ketepatan jump shoot shooting dalam permainan bola basket
2. Tes yang digunakan : Tes jump shoot Shooting atau tembakkan yang diawali atau didahului dengan lompatan.
3. Penilaian : Nilai 1 (satu) apabila bola berhasil masuk.
4. Prinsip : Semakin banyak nilai yang diperoleh semakin tinggi tingkat ketepatannya.
5. Pelaksanaan : Testee mempersiapkan diri di luar garis tembakkan bebas, setelah merasa siap, testee segera melakukan jump shoot shooting ke dalam ring (keranjang bola). Pelaksanaan jump shoot shooting atau tembakkan sambil melompat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan.
6. Keterangan : X = Tertera dalam tabel adalah bola yang masuk — = Bola yang tidak masuk
2. Pengujian Hipotesis
1) Merumuskan Hipotesis Nihil (Ho)
Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa Hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini adalah Hipotesis Alternatif (Ha) yang berbunyi: Diduga bahwa ada hubungan antara tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting pada siswa putra kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari tahun pelajaran 2008/2009 yang diberi simbol (Ha).
Sebaliknya hipotesis tandingannya yang merupakan Hipotesis Nihil (Ho), diduga bahwa tidak ada hubungan antara tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
2) Menyusun Tabel Kerja
Untuk memudahkan di dalam menganalisa data, maka perlu dibuat tabel kerja seperti tercantum di bawah ini:
Tabel V :
Data Kemampuan Melakukan Tinggi Lompatan (Vertical Jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting
No X Y X2 Y2 XY
1 2 3 4 5 6
1 33 47 1089 2209 1551
2 26 38 676 1444 988
3 28 38 784 1444 1064
4 28 36 784 1296 1008
5 31 47 961 2209 1457
6 26 38 676 1444 988
7 28 36 784 1296 1008
8 26 41 676 1681 1066
9 28 38 784 1444 1064
10 28 41 784 1681 1148
11 31 47 961 2209 1457
12 31 38 961 1444 1178
13 22 36 484 1296 792
14 26 36 676 1296 936
15 28 47 784 2209 1316
16 33 41 1089 1681 1353
17 31 36 961 1296 1116
18 28 41 784 1681 1148
19 26 41 676 1681 1066
20 28 47 784 2209 1316
21 31 41 961 1681 1271
22 26 36 676 1296 936
23 26 33 676 1089 858
24 28 38 784 1444 1064
25 33 47 1089 2209 1551
26 26 38 676 1444 988
27 28 38 784 1444 1064
28 28 36 784 1296 1008
29 31 47 961 2209 1457
30 26 38 676 1444 988
31 28 36 784 1296 1008
32 26 41 676 1681 1066
33 28 38 784 1444 1064
34 28 41 784 1681 1148
35 31 47 961 2209 1457
36 31 38 961 1444 1178
37 22 36 484 1296 792
38 26 36 676 1296 936
39 28 47 784 2209 1316
40 33 41 1089 1681 1353
Jml 1130 1603 32208 64943 45523
Keterangan Tabel :
X = Nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump)
Y = Nilai ketepatan jump shoot shooting
X² = Nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump) dikuadratkan
Y² = Nilai ketepatan jump shoot shooting dikuadratkan
XY = Hasil perkalian nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump) dengan nilai ketepatan jump shoot shooting.
3) Memasukkan Data Kedalam Rumus
Dari tabel V tersebut diperoleh data sebagai berikut :
N = 40
X = 1130
Y = 1603
X² = 32208
Y² = 64943
XY = 45523
Langkah selanjutnya adalah memasukan data kedalam rumus kolerasi “ Product Moment”.
4) Menguji Nilai rxy.
Dari hasil dengan menggunakan rumus rxy, diperoleh nilai rxy hitung besar 0,531, sedangkan besarnya r tabel dengan taraf signifikan 5% dengan N sebesar 40 menunjukkan angka 0,312 dengan demikian nilai rxy dalam tabel (0,531>0,312 ) yaitu penelitian ini adalah Signifikan.
5) Menarik Kesimpulan.
Berdasarkan uji rxy yang menujukkan nilai rxy hitung 0,531 > r tabel 0,312 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang di signifikan antara kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) dan ketepatan jump shoot shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari tahun pelajaran 2008/2009.
B. Pembahasan.
Setelah didapat nilai rxy dengan taraf signifikan 5% maka r hitung menunjukkan angka 0,531 sedangkan r tabel dengan N sebesar 40 menujukkan angka 0,312 tenyata r hitung lebih besar dari r tabel, berarti hasil penelitian antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting cukup layak bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting siswa, dan perlu diadakan suatu latihan-latihan. Dengan demikian berarti ada kecendrungan semakin kuat tinggi lompatan (vertical jump) seseorang maka ketepatan jump shoot shooting akan semakin baik, khususnya dalam permainan bola basket.
Dengan demikian pengertian arti dari korelasi menurut para ahli di sini adalah hubungan antara dua variabel secara timbal balik yaitu antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting, tim atau pemain yang memiliki kekuatan yang baik penting sekali agar memiliki daya tahan pada saat memulaikan permainan bola basket akan menjadi yang indah dan akan membuka kesempatan mengolah bola sehingga terbuka kesempatan di dalam melakukan tembakkan (shooting).
Kekuatan tinggi lompatan (vertical jump) salah satu taktik yang cukup akurat dalam menciptakan peluang yang cukup baik agar memiliki ketepatan pada saat melakukan jump shoot shooting pada permainan bola basket. Dimana tinggi lompatan (vertical jump) itu sendiri merupakan salah satu cara untuk memperoleh ketepatan dalam melakukan jump shoot shooting.
Tinggi lompatan (vertical jump) sebagai salah satu teknik dalam menigkatkan kekuatan kaki dan otot paha agar dalam melakukan antisipasi, tipuan, ketepatan, kekuatan, serta kelincahan di dalam melakukan jump shoot shooting. Berkaitan dengan ini menurut para ahli menyatakan bahwa, “Kegunaan secara khusus melakukan tinggi lompatan (vertical jump) untuk melatih otot kaki dan otot paha agar memiliki kekuatan pada saat melakukan tembakkan (shooting)”, dalam permainan bola basket (Wesel, 2000 : 47).
Dari uraian dan pendapat para ahli tersebut di atas dapat dikatakan sesuai dengan yang diteliti, karena terbukti dalam penelitian ini. Dan jelas bahwa tinggi lompatan (vertical jump) sangat besar hubungannya dalam meningkatkan antisipasi, tipuan, kekuatan, kelincahan, serta ketepatan dalam melakukan jump shoot shooting.
Dengan demikian seorang siswa yang memiliki kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) kuat, maka ketepatan jump shoot shooting atau tembakannya lebih baik, bila dibandingkan dengan siswa yang kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) nya rendah (kurang).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab V ini akan dijelaskan beberapa pokok bahasan yaitu mengenai; A. Kesimpulan, dan B. Saran.
A. Kesimpulan.
Berdasarkan dari hasil uraian, maka didapatkan hasil penelitian dalam upaya untuk mencari jawaban hipotesis yang mengatakan: “Ada Hubungan Tinggi Lompatan Dengan Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Hal ini menunjukkan dari hasil analisa data menggunakan rumus Product Moment dengan hasil rxy hitung besar 0,531 dan r tabel dengan N sebesar 40 menujukkan angka 0,312.
B. Saran.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka ada beberapa saran yang perlu ditindak lanjuti yaitu:
1. Saran kepada siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) ada hubungannya dengan ketepatan jump shoot shooting, oleh karena itu disarankan kepada siswa yang menekuni olahraga bola basket agar kekuatan otot-otot di sekitar kaki dan paha diperahatikan dengan baik agar tembakkan atau shooting lebih tepat, dengan cara latihan yang maksimal dan didukung oleh gizi yang seimbang.
2. Kepada pembina olahraga di sekolah.
Khusus pembina olahraga bola basket, agar dapat menyertakan atau menyelipkan latihan untuk memperkuat otot-otot disekitar kaki dan paha yaitu melakukan tinggi lompatan (vertical jump) diantara program-program latihan.
3. Kepala Sekolah
Agar memberikan jadwal latihan yang lebih kepada siswa untuk mendapatkan prestasi lebih baik dalam cabang olahraga. Kepala sekolah juga harus memperhatikan peralatan yang digunakan apakan layak pakai atau tidak untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan kepada siswa
4. Kepada Orang Tua
Hendaknya orang tua mengetahui dan membantu dalam mengembangkan bakat yang dimiliki oleh putra-putrinya serta mendorong dan memberikan kesempatan kepada putra-putrinya untuk berlatih sesuai jadwal serta bantuan peralatan yang diperlukan.
DAFTAR TABEL
1. Gambar 01. Rancangan Penelitian 19-31
2. Tabel I. Daftar Nama-nama Anggota Sampel 32-33
3. Tabel II. Hasil Test Kemampuan Melakukan Tinggi
Lompatan (Vertical Jmup) 34-35
4. Tabel III. Hasil Test Kemampuan Jump Shoot Shooting 35-36
5. Tabel IV. Data Hasil Test Kemampuan Melakukan
Jump Shoot Shooting 36-37
6. Tabel V. Tabel Kerja Data Kemampuan Melakukan Tinggi
Lompatan (Vertical Jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting 40-42
7. Tabel VI. Jadwal Kegiatan Penelitian Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putra Kelas XI MA Adiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009 79
DAFTAR LAMPIRAN
1. Jadwal Kegiatan Penelitian Hubungan Tinggi Lompatan (vertical jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009.
2. Surat Ijin Penelitian dari Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram.
3. Surat Ijin Penelitian dari BAPPEDA Pemerintah Kab, Lombok Barat.
4. Surat Ijin Penelitian Dari Departemen Agama Pemerintah Kab, Lombok Barat
5. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari.
6. Kartu Konsultasi Skripsi dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram.
7. Surat Penunjukkan Dosen Pembimbing Skripsi dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram.
8. Kartu Mahasiswa.
9. Riwayat Hidup
10. Nilai-nilai Product Moment.
11. Nilai-nilai T-Scort.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN LOGO ii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN iii
HALAMAN PERSETUJUAN iv
HALAMAN PENGESAHAN v
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR LAMPIRAN vii
DAFTAR ISI viii
ABSTRAK x
KATA PENGANTAR xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penelitian 2
D. Hipotesis Penelitian 3
E. Kegunaan Penelitian (Signifikasi) 3
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian 4
G. Ruang Lingkup Penelitian 5
H. Definisi Operasional Variabel 6
1. Lompatan 6
2. Jump Shoot 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah Permainan Bola Basket 8
B. Faktor Internal dan Eksternal pada Permainan Bola Basket 10
C. Lompatan 15
D. Jump Shoot 16
E. Kerangka Berpikir 16
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian 18
B. Rancangan Penelitian 18
C. Populasi dan Sampel 20
D. Instrumen Penelitian 23
E. Metode Pengumpulan Data 24
F. Analisa Data 28
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 32
1. Deskripsi Data 32
2. Pengujian Hipotesis 40
B. Pembahasan 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 46
B. Saran 46
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
ABSTRAK
SYAIFULLAH, “Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
Ada dua kegunaan dalam penelitian ini adalah; (1). Kegunaan Teoritis yaitu untuk dapat mengembangkan konsep baru serta dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan dibidang olahraga, khususnya di dalam permainan bola basket. (2). Kegunaan Praktis sebagai tambahan informasi kepada para guru, pelatih dan pembina olahraga dalam rangka mengembangkan pendidikan olahraga khususnya untuk meningkatkan prestasi memasukkan bola dengan cara jump shoot shooting.
Instrument yang disamakan dalam penelitian ini adalah; (1). Untuk mengetahui tinggi lompatan adalah dengan tes vertical jump dengan menggunakan metode. (2). Untuk mengetahui prestasi memasukkan bola dengan cara jump shoot shooting adalah dengan bola basket. Penelitian ini berlangsung di Lapangan Bola Basket MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008 / 2009.
Metode yang disamakan untuk memperoleh data dengan penelitian ini yaitu metode dokumentasi dengan metode tes perbuatan, sedangkan analisa data menggunakan statistik dengan rumus product moment.
Setelah data didapat dan dimasukkan dalam rumus, maka diperoleh ada hubungan yang signifikan antara kemampuan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
Dari hasil menunjukkan , hasil analisa data menggunakan rumus product moment rxy hitung sebesar 0,531 dan r tabel dengan N sebesar 40 menunjukkan angka 0,312.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan SKRIPSI ini telah dapat diselesaikan.
Selesainya penyusunan SKRIPSI ini berkat bantuan dari berbagai pihak karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. H. Said Ruhpina SH. MS Selaku Rektor IKIP Mataram
2. Bapak Drs. H Soenarto selaku Dekan FPOK IKIP Mataram
3. Bapak Drs. H.Nasaruddin, M.Kes selaku pembimbing I
4. Bapak Purwadi, S.Pd selaku pembimbing II
5. Semua pihak yang telah membantu penulisan SKRIPSI ini
Serta kerabat-kerabat dekat dan rekan-rekan seperjuangan yang penulis banggakan. Semoga Allah SWT memberikan balasan dan limpahan keridhaan-Nya. Penulis menyadari SKRIPSI ini masih jauh dari apa yang diharapkan, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya konstruktif masih diharapkan.
Akhirnya Penulis berharap semoga SKRIPSI ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin.
Mataram, Desember 2008
Penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 1995 Metodelogi Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Bina Aksara. Jakarta.
Kosasih, Engkos. 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Gramedia. Jakarta.
Mardalis. 1999. Metodelogi Research. Aneka Cipta. Jakarta.
Margono S. 1997. Metodelogi Penelitian. Aneka Cipta. Jakarta.
Netra IB. 1990. Statistik Inferensial. Usaha Nasional. Surabaya.
Nurul Zuriah, 2006. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta
Perbasi. 1994. Peraturan Permainan Bola Basket Edisi Baru.
Suharno HP. 1995. Olahraga Teknik dan Program Pelatihan. Akademika Pessindo. Jakarta.
Syarifuddin Aip. 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. PT Gramedia. Jakarta.
Wigoyo Gisis B. 1989. Pengetahuan Kesegaran Jasmani dan Alat Tes Pengukuran. Ganeca Exact. Bandung.
Yahya Yasmaya. 1984. Olahraga Lari Berprestasi. Pradya Paramita. Jakarta.
Yousda Ine Amirman. 1993. Statistik Pendidikan. Bina Aksara. Jakarta.
Yusuf, Akhyar, DKK, 2003, Pedoman Penulisan Skripsi, IKIP Mataram
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Di dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang; A. Hasil Penelitian, dan B. Pembahasan.
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
Dalam bab ini peneliti akan membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan proses penelitian dalam rangka pembuktian dari permasalahan yang tercantum pada skripsi ini, baik yang menyangkut persiapan penelitian, jalannya penelitian, jadwal kegiatan serta data-data yang berhubungan dengan penelitian antara lain;
Tabel I :
Nama-Nama Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009.
No Nama Siswa Kelas Jenis Kelamin Ket
1 Ahmad Zaenurrahman XI a L
2 Bahriawan XI a L
3 Bambang Purwanto XI a L
4 Fatahul Aziz XI a L
5 Faturrahman XI a L
6 Hakiki XI b L
7 Hamdi Hamdillah XI b L
8 Herman XI b L
9 Husnul Jadid Fatwa XI b L
10 Lukman Hakim Lbjr XI b L
11 Achmad Subagia XI b L
12 Ahmad Jaelani XI b L
13 Ahmad Nuzul XI b L
14 Ahmad Sultonuddin XI b L
15 Ahmad Yani XI b L
16 Andri Satria XI b L
17 Junaidi Supriadi XI c L
18 M. Burhan Rozi XI c L
19 M. Gunadi XI c L
20 M. Taufik XI c L
21 Ahmad Baihaki XI c L
22 Ahmad Faozan XI c L
23 Hasbullah XI c L
24 Husnul Islam XI c L
25 Lalu Samsul Hadi XI c L
26 Munawir XI c L
27 Muhamad Ripa’i XI c L
28 Muhamad Aziz XI c L
29 Muhamad Faozan XI c L
30 Muhamad Hudairi XI c L
31 Ahmad Husaini XI c L
32 Alwan Syahroni XI c L
33 Azwar Hanandi XI c L
34 Dendi Aditya XI d L
35 Fatahul Rahman XI d L
36 M. Dinunal Islam XI d L
37 M. Isrodin XI d L
38 M. Ramdan XI d L
39 Muhajirin XI d L
40 Muhammad XI d L
Tabel II :
Hasil Tes Kemampuan Anggota Sampel Melakukan Tinggi Lompatan (Vertical Jump)
No Nama siswa TinggiLompatan Tinggi Raihan Kemampuan Vertical Jump
1 Ahmad Zaenurrahman 243 210 33
2 Bahriawan 226 200 26
3 Bambang Purwanto 243 215 28
4 Fatahul Aziz 238 210 28
5 Faturrahman 238 207 31
6 Hakiki 215 189 26
7 Hamdi Hamdillah 237 209 28
8 Herman 241 215 26
9 Husnul Jadid Fatwa 239 211 28
10 Lukman Hakim Lbjr 243 215 28
11 Achmad Subagia 248 217 31
12 Ahmad Jaelani 242 211 31
13 Ahmad Nuzul 232 210 22
14 Ahmad Sultonuddin 241 215 26
15 Ahmad Yani 239 211 28
16 Andri Satria 251 218 33
17 Junaidi Supriadi 248 217 31
18 M. Burhan Rozi 239 211 28
19 M. Gunadi 238 212 26
20 M. Taufik 243 215 28
21 Ahmad Baihaki 238 207 31
22 Ahmad Faozan 237 211 26
23 Hasbullah 235 209 26
24 Husnul Islam 243 215 28
25 Lalu Samsul Hadi 243 210 33
26 Munawir 226 200 26
27 Muhamad Ripa’i 243 215 28
28 Muhamad Aziz 238 210 28
29 Muhamad Faozan 238 207 31
30 Muhamad Hudairi 215 189 26
31 Ahmad Husaini 237 209 28
32 Alwan Syahroni 241 215 26
33 Azwar Hanandi 239 211 28
34 Dendi Aditya 243 215 28
35 Fatahul Rahman 248 217 31
36 M. Dinunal Islam 242 211 31
37 M. Isrodin 232 210 22
38 M. Ramdan 241 215 26
39 Muhajirin 239 211 28
40 Muhammad 251 218 33
Tabel III :
Data Hasil Tes Kemampuan Melakukan Jump Shoot Shooting
No Nama siswa Hasil Tembakan (shooting) Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Ahmad Zaenurrahman X X X X - X - X X X 8
2 Bahriawan X - X X X - X - - X 6
3 Bambang Purwanto - X X - X - X X X - 6
4 Fatahul Aziz X X - X - - - X X - 5
5 Faturrahman X X - X X X - X X X 8
6 Hakiki - X - X X X X - - X 6
7 Hamdi Hamdillah X - X - - X - X - X 5
8 Herman X X - X - X X - X X 7
9 Husnul Jadid Fatwa - - X X X X - X X - 6
10 Lukman Hakim Lbjr X X X - X - X - X X 7
11 Achmad Subagia X X X - X X X - X X 8
12 Ahmad Jaelani X X - X - X X X - - 6
13 Ahmad Nuzul X - - X - X - - X X 5
14 Ahmad Sultonuddin - X - X X - X X - - 5
15 Ahmad Yani X X X - X X - X X X 8
16 Andri Satria X - - X X X - X X X 7
17 Junaidi Supriadi X X - - - X X - - X 5
18 M. Burhan Rozi X - X X X - - X X X 7
19 M. Gunadi X X X - - X X X X - 7
20 M. Taufik X - X X X X X X - X 8
21 Ahmad Baihaki X X - X X - X - X X 7
22 Ahmad Faozan - X - X - X - X X - 5
23 Hasbullah - - X - X - - X - X 4
24 Husnul Islam - X X X - X X X - - 6
25 Lalu Samsul Hadi X X X X - X - X X X 8
26 Munawir X - X X X - X - - X 6
27 Muhamad Ripa’i - X X - X - X X X - 6
28 Muhamad Aziz X X - X - - - X X - 5
29 Muhamad Faozan X X - X X X - X X X 8
30 Muhamad Hudairi - X - X X X X - - X 6
31 Ahmad Husaini X - X - - X - X - X 5
32 Alwan Syahroni X X - X - X X - X X 7
33 Azwar Hanandi - - X X X X - X X - 6
34 Dendi Aditya X X X - X - X - X X 7
35 Fatahul Rahman X X X - X X X - X X 8
36 M. Dinunal Islam X X - X - X X X - - 6
37 M. Isrodin X - - X - X - - X X 5
38 M. Ramdan - X - X X - X X - - 5
39 Muhajirin X X X - X X - X X X 8
40 Muhammad X - - X X X - X X X 7
Tabel IV :
Data Hasil Ketepatan Jump Shoot Shooting
No Nama Siswa Hasil Test T-Scort Ket
Ketepatan Jump
Shoot Shooting
1 2 3 4 5
1 Ahmad Zaenurrahman 8 47
2 Bahriawan 6 38
3 Bambang Purwanto 6 38
4 Fatahul Aziz 5 36
5 Faturrahman 8 47
6 Hakiki 6 38
7 Hamdi Hamdillah 5 36
8 Herman 7 41
9 Husnul Jadid Fatwa 6 38
10 Lukman Hakim Lbjr 7 41
11 Achmad Subagia 8 47
12 Ahmad Jaelani 6 38
13 Ahmad Nuzul 5 36
14 Ahmad Sultonuddin 5 36
15 Ahmad Yani 8 47
16 Andri Satria 7 41
17 Junaidi Supriadi 5 36
18 M. Burhan Rozi 7 41
19 M. Gunadi 7 41
20 M. Taufik 8 47
21 Ahmad Baihaki 7 41
22 Ahmad Faozan 5 36
23 Hasbullah 4 33
24 Husnul Islam 6 38
25 Lalu Samsul Hadi 8 47
26 Munawir 6 38
27 Muhamad Ripa’i 6 38
28 Muhamad Aziz 5 36
29 Muhamad Faozan 8 47
30 Muhamad Hudairi 6 38
31 Ahmad Husaini 5 36
32 Alwan Syahroni 7 41
33 Azwar Hanandi 6 38
34 Dendi Aditya 7 41
35 Fatahul Rahman 8 47
36 M. Dinunal Islam 6 38
37 M. Isrodin 5 36
38 M. Ramdan 5 36
39 Muhajirin 8 47
40 Muhammad 7 41
a. Pengumpulan Data Kemampuan Tinggi Lompatan (vertical jump).
Data mengenai vertical jump diperoleh dengan cara melakukan pengukuran tinggi lompatan (vertical jump).
1. Tujuan : untuk mengetahui kemampuan melakukan vertical jump.
2. Prinsip : setiap anggota sampel melakukan vertical jump sebanyak 1 kali
3. Pelaksanaan : Tes melakukan posisi awal melakukan raihan telapak tangan, ujung telapak tangan menempel dengan baik pada dinding/tembok, pada saat aba-aba “mulai” testee mengangkat seluruh badan dengan tumpuan pada telapak tangan menyentuh dinding/tembok (raihan). Testee harus mengusahakan agar badan tetap dalam keadaan lurus selama melakukan tinggi lompatan (vertical jump).
4. Penilaian : Testee dapat melakukan gerakkan melompat setinggi-tingginya ke dinding/tembok melewati posisi raihan dan dilaksanakan 1 kali lompatan tertinggi.
5. Rumus penilaian : Vertical jump = tinggi lompatan – tinggi raihan telapak tangan
6. Petugas yang membantu pengambilan data :
a. Syaifullah, selaku peneliti Sekaligus sebagai koordinator dari petugas penelitian
b. Kasman, mahasiswa FPOK Yang membantu peneliti dalam pengambilan data pengukuran tinggi lompatan (vertical jump).
c. Idrahiyan, mahasiswa FPOK Yang membantu peneliti dalam pengambilan data pengukuran ketepatan jump shoot shooting.
b. Pengumpulan Data Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket.
1. Tujuan : untuk mengetahui tingkat ketepatan jump shoot shooting dalam permainan bola basket
2. Tes yang digunakan : Tes jump shoot Shooting atau tembakkan yang diawali atau didahului dengan lompatan.
3. Penilaian : Nilai 1 (satu) apabila bola berhasil masuk.
4. Prinsip : Semakin banyak nilai yang diperoleh semakin tinggi tingkat ketepatannya.
5. Pelaksanaan : Testee mempersiapkan diri di luar garis tembakkan bebas, setelah merasa siap, testee segera melakukan jump shoot shooting ke dalam ring (keranjang bola). Pelaksanaan jump shoot shooting atau tembakkan sambil melompat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan.
6. Keterangan : X = Tertera dalam tabel adalah bola yang masuk — = Bola yang tidak masuk
2. Pengujian Hipotesis
1) Merumuskan Hipotesis Nihil (Ho)
Seperti telah dikemukakan terdahulu bahwa Hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini adalah Hipotesis Alternatif (Ha) yang berbunyi: Diduga bahwa ada hubungan antara tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting pada siswa putra kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari tahun pelajaran 2008/2009 yang diberi simbol (Ha).
Sebaliknya hipotesis tandingannya yang merupakan Hipotesis Nihil (Ho), diduga bahwa tidak ada hubungan antara tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
2) Menyusun Tabel Kerja
Untuk memudahkan di dalam menganalisa data, maka perlu dibuat tabel kerja seperti tercantum di bawah ini:
Tabel V :
Data Kemampuan Melakukan Tinggi Lompatan (Vertical Jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting
No X Y X2 Y2 XY
1 2 3 4 5 6
1 33 47 1089 2209 1551
2 26 38 676 1444 988
3 28 38 784 1444 1064
4 28 36 784 1296 1008
5 31 47 961 2209 1457
6 26 38 676 1444 988
7 28 36 784 1296 1008
8 26 41 676 1681 1066
9 28 38 784 1444 1064
10 28 41 784 1681 1148
11 31 47 961 2209 1457
12 31 38 961 1444 1178
13 22 36 484 1296 792
14 26 36 676 1296 936
15 28 47 784 2209 1316
16 33 41 1089 1681 1353
17 31 36 961 1296 1116
18 28 41 784 1681 1148
19 26 41 676 1681 1066
20 28 47 784 2209 1316
21 31 41 961 1681 1271
22 26 36 676 1296 936
23 26 33 676 1089 858
24 28 38 784 1444 1064
25 33 47 1089 2209 1551
26 26 38 676 1444 988
27 28 38 784 1444 1064
28 28 36 784 1296 1008
29 31 47 961 2209 1457
30 26 38 676 1444 988
31 28 36 784 1296 1008
32 26 41 676 1681 1066
33 28 38 784 1444 1064
34 28 41 784 1681 1148
35 31 47 961 2209 1457
36 31 38 961 1444 1178
37 22 36 484 1296 792
38 26 36 676 1296 936
39 28 47 784 2209 1316
40 33 41 1089 1681 1353
Jml 1130 1603 32208 64943 45523
Keterangan Tabel :
X = Nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump)
Y = Nilai ketepatan jump shoot shooting
X² = Nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump) dikuadratkan
Y² = Nilai ketepatan jump shoot shooting dikuadratkan
XY = Hasil perkalian nilai pengukuran tinggi lompatan (vertical jump) dengan nilai ketepatan jump shoot shooting.
3) Memasukkan Data Kedalam Rumus
Dari tabel V tersebut diperoleh data sebagai berikut :
N = 40
X = 1130
Y = 1603
X² = 32208
Y² = 64943
XY = 45523
Langkah selanjutnya adalah memasukan data kedalam rumus kolerasi “ Product Moment”.
4) Menguji Nilai rxy.
Dari hasil dengan menggunakan rumus rxy, diperoleh nilai rxy hitung besar 0,531, sedangkan besarnya r tabel dengan taraf signifikan 5% dengan N sebesar 40 menunjukkan angka 0,312 dengan demikian nilai rxy dalam tabel (0,531>0,312 ) yaitu penelitian ini adalah Signifikan.
5) Menarik Kesimpulan.
Berdasarkan uji rxy yang menujukkan nilai rxy hitung 0,531 > r tabel 0,312 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang di signifikan antara kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) dan ketepatan jump shoot shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari tahun pelajaran 2008/2009.
B. Pembahasan.
Setelah didapat nilai rxy dengan taraf signifikan 5% maka r hitung menunjukkan angka 0,531 sedangkan r tabel dengan N sebesar 40 menujukkan angka 0,312 tenyata r hitung lebih besar dari r tabel, berarti hasil penelitian antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting cukup layak bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting siswa, dan perlu diadakan suatu latihan-latihan. Dengan demikian berarti ada kecendrungan semakin kuat tinggi lompatan (vertical jump) seseorang maka ketepatan jump shoot shooting akan semakin baik, khususnya dalam permainan bola basket.
Dengan demikian pengertian arti dari korelasi menurut para ahli di sini adalah hubungan antara dua variabel secara timbal balik yaitu antara kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) dengan ketepatan jump shoot shooting, tim atau pemain yang memiliki kekuatan yang baik penting sekali agar memiliki daya tahan pada saat memulaikan permainan bola basket akan menjadi yang indah dan akan membuka kesempatan mengolah bola sehingga terbuka kesempatan di dalam melakukan tembakkan (shooting).
Kekuatan tinggi lompatan (vertical jump) salah satu taktik yang cukup akurat dalam menciptakan peluang yang cukup baik agar memiliki ketepatan pada saat melakukan jump shoot shooting pada permainan bola basket. Dimana tinggi lompatan (vertical jump) itu sendiri merupakan salah satu cara untuk memperoleh ketepatan dalam melakukan jump shoot shooting.
Tinggi lompatan (vertical jump) sebagai salah satu teknik dalam menigkatkan kekuatan kaki dan otot paha agar dalam melakukan antisipasi, tipuan, ketepatan, kekuatan, serta kelincahan di dalam melakukan jump shoot shooting. Berkaitan dengan ini menurut para ahli menyatakan bahwa, “Kegunaan secara khusus melakukan tinggi lompatan (vertical jump) untuk melatih otot kaki dan otot paha agar memiliki kekuatan pada saat melakukan tembakkan (shooting)”, dalam permainan bola basket (Wesel, 2000 : 47).
Dari uraian dan pendapat para ahli tersebut di atas dapat dikatakan sesuai dengan yang diteliti, karena terbukti dalam penelitian ini. Dan jelas bahwa tinggi lompatan (vertical jump) sangat besar hubungannya dalam meningkatkan antisipasi, tipuan, kekuatan, kelincahan, serta ketepatan dalam melakukan jump shoot shooting.
Dengan demikian seorang siswa yang memiliki kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) kuat, maka ketepatan jump shoot shooting atau tembakannya lebih baik, bila dibandingkan dengan siswa yang kemampuan tinggi lompatan (vertical jump) nya rendah (kurang).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab V ini akan dijelaskan beberapa pokok bahasan yaitu mengenai; A. Kesimpulan, dan B. Saran.
A. Kesimpulan.
Berdasarkan dari hasil uraian, maka didapatkan hasil penelitian dalam upaya untuk mencari jawaban hipotesis yang mengatakan: “Ada Hubungan Tinggi Lompatan Dengan Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Hal ini menunjukkan dari hasil analisa data menggunakan rumus Product Moment dengan hasil rxy hitung besar 0,531 dan r tabel dengan N sebesar 40 menujukkan angka 0,312.
B. Saran.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka ada beberapa saran yang perlu ditindak lanjuti yaitu:
1. Saran kepada siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan melakukan tinggi lompatan (vertical jump) ada hubungannya dengan ketepatan jump shoot shooting, oleh karena itu disarankan kepada siswa yang menekuni olahraga bola basket agar kekuatan otot-otot di sekitar kaki dan paha diperahatikan dengan baik agar tembakkan atau shooting lebih tepat, dengan cara latihan yang maksimal dan didukung oleh gizi yang seimbang.
2. Kepada pembina olahraga di sekolah.
Khusus pembina olahraga bola basket, agar dapat menyertakan atau menyelipkan latihan untuk memperkuat otot-otot disekitar kaki dan paha yaitu melakukan tinggi lompatan (vertical jump) diantara program-program latihan.
3. Kepala Sekolah
Agar memberikan jadwal latihan yang lebih kepada siswa untuk mendapatkan prestasi lebih baik dalam cabang olahraga. Kepala sekolah juga harus memperhatikan peralatan yang digunakan apakan layak pakai atau tidak untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan kepada siswa
4. Kepada Orang Tua
Hendaknya orang tua mengetahui dan membantu dalam mengembangkan bakat yang dimiliki oleh putra-putrinya serta mendorong dan memberikan kesempatan kepada putra-putrinya untuk berlatih sesuai jadwal serta bantuan peralatan yang diperlukan.
DAFTAR TABEL
1. Gambar 01. Rancangan Penelitian 19-31
2. Tabel I. Daftar Nama-nama Anggota Sampel 32-33
3. Tabel II. Hasil Test Kemampuan Melakukan Tinggi
Lompatan (Vertical Jmup) 34-35
4. Tabel III. Hasil Test Kemampuan Jump Shoot Shooting 35-36
5. Tabel IV. Data Hasil Test Kemampuan Melakukan
Jump Shoot Shooting 36-37
6. Tabel V. Tabel Kerja Data Kemampuan Melakukan Tinggi
Lompatan (Vertical Jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting 40-42
7. Tabel VI. Jadwal Kegiatan Penelitian Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putra Kelas XI MA Adiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009 79
DAFTAR LAMPIRAN
1. Jadwal Kegiatan Penelitian Hubungan Tinggi Lompatan (vertical jump) dan Ketepatan Jump Shoot Shooting Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009.
2. Surat Ijin Penelitian dari Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram.
3. Surat Ijin Penelitian dari BAPPEDA Pemerintah Kab, Lombok Barat.
4. Surat Ijin Penelitian Dari Departemen Agama Pemerintah Kab, Lombok Barat
5. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari MA Addiinul Qayyim Kapek Gunugsari.
6. Kartu Konsultasi Skripsi dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram.
7. Surat Penunjukkan Dosen Pembimbing Skripsi dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram.
8. Kartu Mahasiswa.
9. Riwayat Hidup
10. Nilai-nilai Product Moment.
11. Nilai-nilai T-Scort.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
HALAMAN LOGO ii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN iii
HALAMAN PERSETUJUAN iv
HALAMAN PENGESAHAN v
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR LAMPIRAN vii
DAFTAR ISI viii
ABSTRAK x
KATA PENGANTAR xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penelitian 2
D. Hipotesis Penelitian 3
E. Kegunaan Penelitian (Signifikasi) 3
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian 4
G. Ruang Lingkup Penelitian 5
H. Definisi Operasional Variabel 6
1. Lompatan 6
2. Jump Shoot 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah Permainan Bola Basket 8
B. Faktor Internal dan Eksternal pada Permainan Bola Basket 10
C. Lompatan 15
D. Jump Shoot 16
E. Kerangka Berpikir 16
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian 18
B. Rancangan Penelitian 18
C. Populasi dan Sampel 20
D. Instrumen Penelitian 23
E. Metode Pengumpulan Data 24
F. Analisa Data 28
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 32
1. Deskripsi Data 32
2. Pengujian Hipotesis 40
B. Pembahasan 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 46
B. Saran 46
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
ABSTRAK
SYAIFULLAH, “Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
Ada dua kegunaan dalam penelitian ini adalah; (1). Kegunaan Teoritis yaitu untuk dapat mengembangkan konsep baru serta dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan dibidang olahraga, khususnya di dalam permainan bola basket. (2). Kegunaan Praktis sebagai tambahan informasi kepada para guru, pelatih dan pembina olahraga dalam rangka mengembangkan pendidikan olahraga khususnya untuk meningkatkan prestasi memasukkan bola dengan cara jump shoot shooting.
Instrument yang disamakan dalam penelitian ini adalah; (1). Untuk mengetahui tinggi lompatan adalah dengan tes vertical jump dengan menggunakan metode. (2). Untuk mengetahui prestasi memasukkan bola dengan cara jump shoot shooting adalah dengan bola basket. Penelitian ini berlangsung di Lapangan Bola Basket MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari Tahun Pelajaran 2008 / 2009.
Metode yang disamakan untuk memperoleh data dengan penelitian ini yaitu metode dokumentasi dengan metode tes perbuatan, sedangkan analisa data menggunakan statistik dengan rumus product moment.
Setelah data didapat dan dimasukkan dalam rumus, maka diperoleh ada hubungan yang signifikan antara kemampuan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunungsari tahun pelajaran 2008/2009.
Dari hasil menunjukkan , hasil analisa data menggunakan rumus product moment rxy hitung sebesar 0,531 dan r tabel dengan N sebesar 40 menunjukkan angka 0,312.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan SKRIPSI ini telah dapat diselesaikan.
Selesainya penyusunan SKRIPSI ini berkat bantuan dari berbagai pihak karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. H. Said Ruhpina SH. MS Selaku Rektor IKIP Mataram
2. Bapak Drs. H Soenarto selaku Dekan FPOK IKIP Mataram
3. Bapak Drs. H.Nasaruddin, M.Kes selaku pembimbing I
4. Bapak Purwadi, S.Pd selaku pembimbing II
5. Semua pihak yang telah membantu penulisan SKRIPSI ini
Serta kerabat-kerabat dekat dan rekan-rekan seperjuangan yang penulis banggakan. Semoga Allah SWT memberikan balasan dan limpahan keridhaan-Nya. Penulis menyadari SKRIPSI ini masih jauh dari apa yang diharapkan, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya konstruktif masih diharapkan.
Akhirnya Penulis berharap semoga SKRIPSI ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin.
Mataram, Desember 2008
Penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 1995 Metodelogi Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Bina Aksara. Jakarta.
Kosasih, Engkos. 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Gramedia. Jakarta.
Mardalis. 1999. Metodelogi Research. Aneka Cipta. Jakarta.
Margono S. 1997. Metodelogi Penelitian. Aneka Cipta. Jakarta.
Netra IB. 1990. Statistik Inferensial. Usaha Nasional. Surabaya.
Nurul Zuriah, 2006. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta
Perbasi. 1994. Peraturan Permainan Bola Basket Edisi Baru.
Suharno HP. 1995. Olahraga Teknik dan Program Pelatihan. Akademika Pessindo. Jakarta.
Syarifuddin Aip. 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. PT Gramedia. Jakarta.
Wigoyo Gisis B. 1989. Pengetahuan Kesegaran Jasmani dan Alat Tes Pengukuran. Ganeca Exact. Bandung.
Yahya Yasmaya. 1984. Olahraga Lari Berprestasi. Pradya Paramita. Jakarta.
Yousda Ine Amirman. 1993. Statistik Pendidikan. Bina Aksara. Jakarta.
Yusuf, Akhyar, DKK, 2003, Pedoman Penulisan Skripsi, IKIP Mataram
Jumat, 01 Januari 2010
SKRIPSI OLAHRAGA 1 ( BAB 1 dan 2 )
BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini, akan dibahas hal-hal mengenai; (A) Latar Belakang Masalah, (B) Rumusan Masalah, (C) Tujuan Penelitian, (D) Hipotesis, (E) Kegunaan Penelitian (Signifikasi), (F) Asumsi dan Keterbatasan Penelitian, (G) Ruang Lingkup Penelitian, (H) Definisi Operasional Variabel.
A. Latar Belakang Masalah
Permainan bola basket adalah permainan yang dimainkan oleh satu regu putera atau puteri yang masing-masing regu terdiri dari 5 (lima) orang pemain. Dimana populasi permainan ini sangat bagus, baik itu didalam maupun diluar negeri. Sehingga cabang olahraga tersebut disetiap event-event resmi baik ditingkat nasional selalu dipertandingkan. Seiring dengan perkembangan yang begitu pesat didaerah kita yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), namun belum bisa diikuti oleh prestasi yang bagus ditingkat nasional. Hal ini disebabkan oleh faktor penguasaan teknik kemampuan fisik, dan yang paling mencolok adalah postur tubuh. Postur tubuh atlit kita dibawah rata-rata tinggi badan para atlit daerah lain. Kekurangan ini akan dapat ditutupi jika para atlit kita memiliki kemampuan melompat yang baik.
Dalam permainan bola basket sudah tentu kita melakukan gerakan melompat, baik saat melakukan rebound (merayah bola). Shooting yang sangat memerlukan kemampuan lompatan yang bagus adalah jump shoot. Jump shoot akan dapat dilakukan dengan baik jika ditunjang oleh latihan dan kemampuan melompat yang baik, sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita.
Dengan latar belakang di atas penulis tertarik, untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut “Apakah Ada Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
C. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan sudah tentu mempunyai tujuan. Penelitian sebagai kegiatan tentu dengan tujuan akan dapat menjadi pedoman dalam kelangsungan kegiatan penelitian. Karena dalam setiap kegiatan penelitian haruslah dikemukakan tujuan perumusan yang jelas.
Adapun tujuan penelitian adalah ingin mengetahui ada atau tidaknya hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
D. Hipotesis Penelitian
Suatu pernyataan yang belum sepenuhnya benar atau dugaan yang mungkin terbukti benar, mungkin juga tidak (Sutrisno Hadi 1976. Hal. 349). Sedangkan (Suharsini Arikunto 1992. Hal. 62), berpendapat bahwa hipotesa merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Dari kedua pendapat tersebut di atas, maka dapat disampaikan bahwa hipotesa adalah kesimpulan yang masih bersifat sementara. Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesa sebagai berikut: Ada Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
E. Kegunaan Penelitian (Signifikasi)
Kegunaan atau signifikasi adalah sebagai berikut:
1. Signifikasi Teoritis
Signifikasi teoritis adalah kegunaan bagi keilmuan (Indun. 1986. Hal. 11). Bertolak dari pengertian tersebut, diharapkan informasi yang digali dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan, khususnya olahraga dan hasil penelitian ini juga dapat kiranya berguna bagi para ilmuan pendidikan terutama pada cabang olahraga bola basket.
2. Signifikasi Praktis.
Signifikasi praktis adalah kegunaan bagi pelaksana (Indun. 1986. Hal. 11), dan pengertian tersebut berarti setelah diperolehnya hasil penelitian ini hendaknya dapat berguna bagi pelatih atau pemain olahraga dalam rangka mengembangkan serta meningkatkan prestasi olahraga, khususnya bola basket.
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
1) Asumsi
Asumsi atau anggapan dasar adalah titik tolak logika berpikir dalam penelitian ruang kebenarannya diterima oleh peneliti (M. Subana. 2001. Hal. 73).
a. Asumsi Teoritis
Asumsi teoritis disebut postulat yaitu anggapan yang sudah pasti benar (Indun. 1986. Hal. 21).
1.1. Keadaan atau kondisi fisik yang sehat merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam melakukan suatu kegiatan atau aktifitas.
1.2. Bahwa prestasi olahraga dan perkembangan intelektual anak tergantung pada kemampuan minat dan bakat.
1.3. Prestasi bola basket memerlukan kemampuan otak, teknik dasar, kecepatan, kelincahan, daya tahan dan daya reaksi tubuh.
b. Asumsi Metodik
Penelitian ini dapat terlaksana karena didukung oleh metode penentuan subyek penelitian dengan menggunakan studi populasi, metode pengumpulan data, metode test perbuatan sebagai metode pokok, metode dokumenter sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan anlisa statistik product moment.
c. Asumsi Pelaksana
Penelitian ini dapat di laksanakan karena :
1. Datanya jelas
2. Sumber datanya ada
2) Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini terbatas pada apakah ada hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari tahun pelajaran 2008/2009.
G. Ruang Lingkup Penelitian
Pada ruang lingkup ini diuraikan hal-hal mengenai; (a) Variabel,
(b) Populasi, (c) Loksi Penelitian.
a. Variabel Penelitian
1. Variabel terikat : Memasukan bola dengan cara jump shoot
2. Variabel bebas : Tinggi lompatan (vertical jump)
b. Populasi Penelitian
Populasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
c. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dihalaman sekolah MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari.
H. Definisi Operasional Variabel
Untuk tidak terjadinya salah pengertian mengenai istilah-istilah pada variabel yang terkandung dalam judul, maka penulis mengganggap perlu untuk menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan penelitian. Adapun istilah-istilah tersebut :
1. Lompatan
Lompatan adalah suatu hasil dan gerakan tubuh keatas sehingga mencapai titik tertentu (TIM. 1988. Hal. 531). Lompatan adalah hal yang sangat penting dalam permainan bola basket. Dalam penelitian ini akan dicari hasil lompatan dan testee dengan teknik vertical jump. Dimana penskornya adalah dengan mengurangi hasil lompatan dengan tinggi. Dengan catatan testee tidak menggunakan alas kaki.
2. Jump Shoot
Jump Shoot adalah suatu tembakan yang dilakukan dengan jarak baik dilakukan dengan jarak dekat maupun jarak jauh dengan posisi keranjang (ring), sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita. Jump shoot / tembakan sambil melompat sangat membutuhkan kemampuan lompatan yang bagus serta pelakunya. Adapun cara penilaian jump shoot ini adalah dengan memberikan kesempatan pada testee melakukan jump shoot sebanyak 5 kali.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini, akan dibahas hal - hal mengenai; A. Sejarah permainan bola basket, B. Faktor Internal dan Eksternal pada Permainan Bola Basket,
C. Lompatan, D. Jump Shoot, dan E. Kerangka Berpikir
A. Sejarah Permainan Bola Basket
Olahraga permainan berkelompok bola basket diciptakan oleh Dr. James Naismith lahir 06 nopember 1861 – meninggal 28 nopember 1939, salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) di kota Springfield, Massachussets Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahraga baru ini adalah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Penyebab utama dari masalah ini adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga senam yang gerakannya kaku, disamping itu kebutuhan yang dirasakan dimusim dingin untuk melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. lethar Lesey Gullick Pengawas Kepala Bagian Olahraga pada sekolah tersebut, menyadari adanya gejala yang kurang baik itu beliau segera menghubungi Dr. James Naismith serta memberikan tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga baru, yang dapat dimainkan di ruangan tertutup terutama pada musim dingin.
Pada mulanya permainan bola basket dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 9 orang pemain yang membawa bola tidak dibawa lari dan pihak lawan berusaha merebut bola tersebut. Permainan pada waktu itu sangat digemari warga masyarakat Amerika Serikat sehingga jumlah pemain diubah menjadi 7 orang selanjutnya diubah lagi menjadi 5 orang tiap regu.
Tanggal 21 juni 1932 diadakan konferensi bola basket yang pertama kali di Jenewa, Swiss. Pada konferensi ini terbentuklah Federasi Bola Basket Internasional yang bernama VIBA.
Permainan bola basket masuk ke Indonesia sekitar tahun 1929 yang dibawa oleh perantau dari Cina. Pemainan bola basket pertama kali dimainkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON I) di Surakarta. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basket Ball Seluruh Indonesia atau PERBASI.
Pada tahun 1955 kepanjangan Perbasi dirubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan pada tahun 1955 PERBASI diterima sebagai anggota FIBA (PB Perbasi, thn 1985 hal.8-12).
Permainan bola basket sekarang semakin berkembang dan digemari oleh para pelajar dan mahasiswa bahkan diajarkan pada sekolah-sekolah.
B. Faktor Internal dan Eksternal Pada Permainan Bola Basket.
Di dalam permainannya banyak sekali faktor-faktor yang perlu di perhatikan terutama berhubungan dengan keberhasilan seseorang dalam permainan bola basket, faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang datangnya dari atlet atau pemain itu sendiri, antara lain:
a. Keadaan Fisik Pemain
b. Bentuk dan Postur Tubuh
c. Tingkat Kesegaran Jasmani
d. Kekuatan Otot
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang datangnya dari luar atlet, yaitu:
a. Sarana dan Prasarana
b. Pelatih, Pembina, Guru dan
c. Lingkungan.
Kedua faktor tersebut saling berhubungan dan berkaitan tidak dapat dipisah-pisahkan karena keduanya memiliki peranan untuk menunjang pencapaian prestasi dalam permainan bola basket khususnya prestasi shooting.
Secara umum permainan bola basket mempunyai unsur-unsur yang harus dikuasai selain teknik shooting, yang harus dikuasai dan diperhatikan dalam permainan bola basket yaitu:
1. Melempar dan menangkap bola (Passing)
2. Menggiring bola (Drible)
3. Memasukkan bola ke dalam keranjang (Shooting)
4. Memoros/ berputar (Pivot)
5. Olah kaki (Foot Work)
1. Cara Melempar dan Menangkap Bola (Passing)
1.1. Cara Melempar Bola
Melempar adalah bola diberikan pada teman atau siapa saja. Lemparan bola ada berbagai macam yaitu:
1.1.1. Lemparan Datar Setinggi Dada
Sikap pada saat melakukan lemparan, kedua kaki dalam kuda-kuda sejajar, badan tegak agak condong sedikit kedepan, berat badan bertumpu pada kedua kaki, dan lutut sedikit ditekuk pelepasan harus disertai lecutan pergelangan tangan dan berat badan dipindahkan kedepan agar lemparan kuat, maka pada saat bola lepas dari telapak tangan kaki kanan melangkah kedepan.
1.1.2. Lemparan dengan Pantulan
Sikap kaki dan lainnya serupa seperti pada teknik lemparan datar setinggi dada diatas, bola diarahkan kebawah atau lantai dengan dorongan telapak tangan sedikit kedepan, yaitu tiga per empat teman mendapat bola.
1.1.3. Lemparan Atas (Diatas Kepala).
Sikap pada lemparan atas adalah berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka, bola ada di atas kepalanya dipegang dengan dua atau satu tangan. Dorong bola tersebut kedepan seolah-olah membuat sudut empat puluh lima (45) derajat.
1.1.4. Lemparan dari Samping Kepala.
Sikap badan pada lemparan atas adalah berdiri tegak, kedua kaki lututnya agak ditekuk dan sedikit terbuka siap untuk melangkah, pegang bola dengan dua atau satu tangan, siku ditekuk rapat dengan badan, sebelum bola dilemparkan maka bola dibawa kesamping badan sambil memutar badan hingga bahu menghadap arah lemparan diikuti oleh langkah kaki yang belakang.
1.2. Cara Menangkap Bola.
Dalam tatacara menangkap bola yang perlu diperhatikan adalah:
1.2.1. Sikap menangkap bola, kedua kaki mengangkang dan lutut agak ditekuk
1.2.2. Pandangan melihat arah datangnya bola
1.2.3. Bola diusahakan disokongkan dengan menggunakan
Kedua telapak tangan segera ditarik mengikuti arahnnya
Bola, dengan kaki yang didepan melangkah kebelakang.
1.2.4. Menangkap bola dapat dilakukan dengan diam
ditempat maupun dengan lari.
2. Cara Menggiring Bola (Drible)
Agar dapat melakukan drible dengan benar, hal-hal yang harus diperhatikan:
2.1. Bola dipegang kedua tangan dengan rilaks. Setelah bola dipantulkan dan memantul ke atas, kita dapat mendorong kembali dengan menggunakan telapak tangan kanan ataupun tangan kiri.
2.2. Badan dalam posisi tegak sedikit condong kedepan sehingga berat badan tertumpu pada kedua belah kaki. Pandangan selalu kedepan, kendalikan dengan menggunakan jari-jari dan pergelangan tangan.
2.3. Memantulkan bola ada dua macam menurut kebutuhan yaitu :
2.3.1. Pantulan tinggi digunakan untuk kepentingan menyerang tetapi jangan sampai melebihi pinggang.
2.3.2. Pantulan rendah digunakan dalam keadaan pelan sehingga dapat
2.3.3. Untuk mengatur serangan ataupun waktu.
3. Tembakkan (Shooting)
Shooting adalah memasukkan bola atau menembak bola kedalam keranjang (Eme Musnan, 1985 hal 34), shooting berasal dari kata “shoot” yang berarti menembak, mengajukan, melempar, mengurangi, melepaskan, membuang (Ecol dan Sadili, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia Jakarta, Thn. 1989, hal. 521), shooting yang penulis maksudkan disini adalah memasukan bola atau menembakan bola kedalam keranjang.
Oleh karena yang dibicarakan dalam skripsi ini yaitu mengenai menembak (Shooting), maka menembak bola kedalam keranjang ada 2 (dua) cara yang umum digunakan yaitu:
1. Tembakan dengan satu tangan
2. Tembakan dengan dua tangan
(Imam Suyadi, MA, 1979, hal.87)
1. Tembakan dengan Satu Tangan
Menembak dengan satu tangan harus diutamakan, karena kecepatan menembak lebih terjamin dan koordinasi lebih mudah dikuasai bila dibandingkan dengam penembakan dengan menggunakan kedua tangan.
2. Menembak dengan Kedua Tangan
Shooting kedua tangan atas kepala yaitu: berusaha memasukkan bola kedalam keranjang lawan sebanyak-banyaknya secara tepat dengan posisi bola di atas kepala hingga lemparan dilambungkan (tembakan bebas).
4. Cara Memoros/ Berputar (Pivot)
Yang dimaksuad dengan pivot adalah memutarkan badan kesegala arah dengan salah satu kaki menjadi as/poros, pada saat pemain menguasai bola, sedangkan kaki yang dipindahkan dapat lewat depan atau belakang. Pivot berguna melindungi bola dari perebutan lawan untuk kemudian bola itu dioperkan kepada temannya atau mengadakan tembakan (shooting).
5. Olah Kaki atau Gerakan Kaki (Foot Work)
Yang dimaksud dengan olah kaki atau gerakan kaki adalah keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal:
a. Dapat melakukan gerakan star dengan cepat dan berhenti dengan cepat pula tanpa kehilangan keseimbangan.
b. Dapat melakukan gerakan merubah arah gerak, baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
C. Lompatan
Lompatan adalah suatu hasil dan gerakkan tubuh keatas sehingga mencapai titik tertentu. (TIM Tahun 1988. Hal. 531). Dalam permainan bola basket sudah tentu kita akan melakukan lompatan, baik disaat rebound (merayah bola), memblok (menghalau bola) dan saat melakukan shooting (memasukkan bola).
Untuk menunjang dalam permainan bola basket selain penguasaan peknik dan taktik juga diperlukan kekuatan pada otot, penguatan otot-otot tersebut meliputi:
1. Penguatan otot bahu
2. penguatan pada otot lengan
3. penguatan pada pergelangan tangan
4. Penguatan pada otot punggung bagian bawah
5. Penguatan pada otot perut, paha dan betis
(Yanto Kusyanto. Hal. 228).
Pada poin 5 (lima) disebutkan penguatan otot perut, paha dan betis. Kita ketahui bahwa ketiga bagian otot-otot tersebut merupakan otot-otot yang berhubungan sewaktu melakakukan lompatan.
Sillis dan Oconnor yang menciptakan suatu program latihan khusus untuk pemain basket yang bertujuan melatih kekuatan, daya tahan serta kekuatan otot-otot yang diantaranya untuk melatih serta meningkatkan kamampuan melompat bagi para pemain bola basket.
D. Jump Shoot Shooting.
Jump shoot adalah suatu tembakan yang dilakukan dengan jarak, baik dilakukan dengan jarak dekat maupun jarak jauh dengan posisi keranjang (ring), sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita. Jump shoot / tembakan sambil melompat sangat membutuhkan kemampuan lompatan yang bagus serta pelakunya (Imam Suyadi, MA, 1979, hal. 87).
Cara pelaksanaannya;
Pelaksanaan pegangan dan pelepasan bola pada jump shoot sama dengan pelaksanaan tembakan tanpa lompat pada umumnya, bedanya dalam jump shoot didahului dengan lompatan tegak lurus ke atas, dan bola dilepaskan pada saat penembak sampai pada titik tingginya, atau saat dia berhenti di atas, pada waktu di atas, kaki lemas bergantung.
E. Kerangka Berpikir
Berdasarkan teori permainan bola basket, ternyata tinggi lompatan pemain merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pemain dalam mencapai prestasi jump shoot shooting, hal ini disebabkan letak dari keranjang basket berada diatas posisi yang lebih tinggi dari pemain, dengan ketinggian yang telah ditentukan serta sulit untuk dihalangi lawan dalam bermain bola basket, namun sejauh mana hubungan tinggi badan para pemain dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket masihlah perlu kiranya dilakukan penelitian.
PENDAHULUAN
Pada bab ini, akan dibahas hal-hal mengenai; (A) Latar Belakang Masalah, (B) Rumusan Masalah, (C) Tujuan Penelitian, (D) Hipotesis, (E) Kegunaan Penelitian (Signifikasi), (F) Asumsi dan Keterbatasan Penelitian, (G) Ruang Lingkup Penelitian, (H) Definisi Operasional Variabel.
A. Latar Belakang Masalah
Permainan bola basket adalah permainan yang dimainkan oleh satu regu putera atau puteri yang masing-masing regu terdiri dari 5 (lima) orang pemain. Dimana populasi permainan ini sangat bagus, baik itu didalam maupun diluar negeri. Sehingga cabang olahraga tersebut disetiap event-event resmi baik ditingkat nasional selalu dipertandingkan. Seiring dengan perkembangan yang begitu pesat didaerah kita yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), namun belum bisa diikuti oleh prestasi yang bagus ditingkat nasional. Hal ini disebabkan oleh faktor penguasaan teknik kemampuan fisik, dan yang paling mencolok adalah postur tubuh. Postur tubuh atlit kita dibawah rata-rata tinggi badan para atlit daerah lain. Kekurangan ini akan dapat ditutupi jika para atlit kita memiliki kemampuan melompat yang baik.
Dalam permainan bola basket sudah tentu kita melakukan gerakan melompat, baik saat melakukan rebound (merayah bola). Shooting yang sangat memerlukan kemampuan lompatan yang bagus adalah jump shoot. Jump shoot akan dapat dilakukan dengan baik jika ditunjang oleh latihan dan kemampuan melompat yang baik, sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita.
Dengan latar belakang di atas penulis tertarik, untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut “Apakah Ada Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Putera Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009”.
C. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan sudah tentu mempunyai tujuan. Penelitian sebagai kegiatan tentu dengan tujuan akan dapat menjadi pedoman dalam kelangsungan kegiatan penelitian. Karena dalam setiap kegiatan penelitian haruslah dikemukakan tujuan perumusan yang jelas.
Adapun tujuan penelitian adalah ingin mengetahui ada atau tidaknya hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
D. Hipotesis Penelitian
Suatu pernyataan yang belum sepenuhnya benar atau dugaan yang mungkin terbukti benar, mungkin juga tidak (Sutrisno Hadi 1976. Hal. 349). Sedangkan (Suharsini Arikunto 1992. Hal. 62), berpendapat bahwa hipotesa merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Dari kedua pendapat tersebut di atas, maka dapat disampaikan bahwa hipotesa adalah kesimpulan yang masih bersifat sementara. Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesa sebagai berikut: Ada Hubungan Tinggi Lompatan Terhadap Kemampuan Memasukkan Bola Dengan Cara Jump Shoot Dalam Permainan Bola Basket Pada Siswa Kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
E. Kegunaan Penelitian (Signifikasi)
Kegunaan atau signifikasi adalah sebagai berikut:
1. Signifikasi Teoritis
Signifikasi teoritis adalah kegunaan bagi keilmuan (Indun. 1986. Hal. 11). Bertolak dari pengertian tersebut, diharapkan informasi yang digali dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan, khususnya olahraga dan hasil penelitian ini juga dapat kiranya berguna bagi para ilmuan pendidikan terutama pada cabang olahraga bola basket.
2. Signifikasi Praktis.
Signifikasi praktis adalah kegunaan bagi pelaksana (Indun. 1986. Hal. 11), dan pengertian tersebut berarti setelah diperolehnya hasil penelitian ini hendaknya dapat berguna bagi pelatih atau pemain olahraga dalam rangka mengembangkan serta meningkatkan prestasi olahraga, khususnya bola basket.
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
1) Asumsi
Asumsi atau anggapan dasar adalah titik tolak logika berpikir dalam penelitian ruang kebenarannya diterima oleh peneliti (M. Subana. 2001. Hal. 73).
a. Asumsi Teoritis
Asumsi teoritis disebut postulat yaitu anggapan yang sudah pasti benar (Indun. 1986. Hal. 21).
1.1. Keadaan atau kondisi fisik yang sehat merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam melakukan suatu kegiatan atau aktifitas.
1.2. Bahwa prestasi olahraga dan perkembangan intelektual anak tergantung pada kemampuan minat dan bakat.
1.3. Prestasi bola basket memerlukan kemampuan otak, teknik dasar, kecepatan, kelincahan, daya tahan dan daya reaksi tubuh.
b. Asumsi Metodik
Penelitian ini dapat terlaksana karena didukung oleh metode penentuan subyek penelitian dengan menggunakan studi populasi, metode pengumpulan data, metode test perbuatan sebagai metode pokok, metode dokumenter sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan anlisa statistik product moment.
c. Asumsi Pelaksana
Penelitian ini dapat di laksanakan karena :
1. Datanya jelas
2. Sumber datanya ada
2) Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini terbatas pada apakah ada hubungan tinggi lompatan terhadap kemampuan memasukkan bola dengan cara jump shoot dalam permainan bola basket pada siswa putera kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari tahun pelajaran 2008/2009.
G. Ruang Lingkup Penelitian
Pada ruang lingkup ini diuraikan hal-hal mengenai; (a) Variabel,
(b) Populasi, (c) Loksi Penelitian.
a. Variabel Penelitian
1. Variabel terikat : Memasukan bola dengan cara jump shoot
2. Variabel bebas : Tinggi lompatan (vertical jump)
b. Populasi Penelitian
Populasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari Tahun Pelajaran 2008/2009.
c. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dihalaman sekolah MA Addiinul Qayyim Kapek Gunung Sari.
H. Definisi Operasional Variabel
Untuk tidak terjadinya salah pengertian mengenai istilah-istilah pada variabel yang terkandung dalam judul, maka penulis mengganggap perlu untuk menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan penelitian. Adapun istilah-istilah tersebut :
1. Lompatan
Lompatan adalah suatu hasil dan gerakan tubuh keatas sehingga mencapai titik tertentu (TIM. 1988. Hal. 531). Lompatan adalah hal yang sangat penting dalam permainan bola basket. Dalam penelitian ini akan dicari hasil lompatan dan testee dengan teknik vertical jump. Dimana penskornya adalah dengan mengurangi hasil lompatan dengan tinggi. Dengan catatan testee tidak menggunakan alas kaki.
2. Jump Shoot
Jump Shoot adalah suatu tembakan yang dilakukan dengan jarak baik dilakukan dengan jarak dekat maupun jarak jauh dengan posisi keranjang (ring), sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita. Jump shoot / tembakan sambil melompat sangat membutuhkan kemampuan lompatan yang bagus serta pelakunya. Adapun cara penilaian jump shoot ini adalah dengan memberikan kesempatan pada testee melakukan jump shoot sebanyak 5 kali.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini, akan dibahas hal - hal mengenai; A. Sejarah permainan bola basket, B. Faktor Internal dan Eksternal pada Permainan Bola Basket,
C. Lompatan, D. Jump Shoot, dan E. Kerangka Berpikir
A. Sejarah Permainan Bola Basket
Olahraga permainan berkelompok bola basket diciptakan oleh Dr. James Naismith lahir 06 nopember 1861 – meninggal 28 nopember 1939, salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) di kota Springfield, Massachussets Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahraga baru ini adalah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Penyebab utama dari masalah ini adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga senam yang gerakannya kaku, disamping itu kebutuhan yang dirasakan dimusim dingin untuk melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. lethar Lesey Gullick Pengawas Kepala Bagian Olahraga pada sekolah tersebut, menyadari adanya gejala yang kurang baik itu beliau segera menghubungi Dr. James Naismith serta memberikan tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga baru, yang dapat dimainkan di ruangan tertutup terutama pada musim dingin.
Pada mulanya permainan bola basket dimainkan oleh dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 9 orang pemain yang membawa bola tidak dibawa lari dan pihak lawan berusaha merebut bola tersebut. Permainan pada waktu itu sangat digemari warga masyarakat Amerika Serikat sehingga jumlah pemain diubah menjadi 7 orang selanjutnya diubah lagi menjadi 5 orang tiap regu.
Tanggal 21 juni 1932 diadakan konferensi bola basket yang pertama kali di Jenewa, Swiss. Pada konferensi ini terbentuklah Federasi Bola Basket Internasional yang bernama VIBA.
Permainan bola basket masuk ke Indonesia sekitar tahun 1929 yang dibawa oleh perantau dari Cina. Pemainan bola basket pertama kali dimainkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON I) di Surakarta. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Basket Ball Seluruh Indonesia atau PERBASI.
Pada tahun 1955 kepanjangan Perbasi dirubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan pada tahun 1955 PERBASI diterima sebagai anggota FIBA (PB Perbasi, thn 1985 hal.8-12).
Permainan bola basket sekarang semakin berkembang dan digemari oleh para pelajar dan mahasiswa bahkan diajarkan pada sekolah-sekolah.
B. Faktor Internal dan Eksternal Pada Permainan Bola Basket.
Di dalam permainannya banyak sekali faktor-faktor yang perlu di perhatikan terutama berhubungan dengan keberhasilan seseorang dalam permainan bola basket, faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang datangnya dari atlet atau pemain itu sendiri, antara lain:
a. Keadaan Fisik Pemain
b. Bentuk dan Postur Tubuh
c. Tingkat Kesegaran Jasmani
d. Kekuatan Otot
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang datangnya dari luar atlet, yaitu:
a. Sarana dan Prasarana
b. Pelatih, Pembina, Guru dan
c. Lingkungan.
Kedua faktor tersebut saling berhubungan dan berkaitan tidak dapat dipisah-pisahkan karena keduanya memiliki peranan untuk menunjang pencapaian prestasi dalam permainan bola basket khususnya prestasi shooting.
Secara umum permainan bola basket mempunyai unsur-unsur yang harus dikuasai selain teknik shooting, yang harus dikuasai dan diperhatikan dalam permainan bola basket yaitu:
1. Melempar dan menangkap bola (Passing)
2. Menggiring bola (Drible)
3. Memasukkan bola ke dalam keranjang (Shooting)
4. Memoros/ berputar (Pivot)
5. Olah kaki (Foot Work)
1. Cara Melempar dan Menangkap Bola (Passing)
1.1. Cara Melempar Bola
Melempar adalah bola diberikan pada teman atau siapa saja. Lemparan bola ada berbagai macam yaitu:
1.1.1. Lemparan Datar Setinggi Dada
Sikap pada saat melakukan lemparan, kedua kaki dalam kuda-kuda sejajar, badan tegak agak condong sedikit kedepan, berat badan bertumpu pada kedua kaki, dan lutut sedikit ditekuk pelepasan harus disertai lecutan pergelangan tangan dan berat badan dipindahkan kedepan agar lemparan kuat, maka pada saat bola lepas dari telapak tangan kaki kanan melangkah kedepan.
1.1.2. Lemparan dengan Pantulan
Sikap kaki dan lainnya serupa seperti pada teknik lemparan datar setinggi dada diatas, bola diarahkan kebawah atau lantai dengan dorongan telapak tangan sedikit kedepan, yaitu tiga per empat teman mendapat bola.
1.1.3. Lemparan Atas (Diatas Kepala).
Sikap pada lemparan atas adalah berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka, bola ada di atas kepalanya dipegang dengan dua atau satu tangan. Dorong bola tersebut kedepan seolah-olah membuat sudut empat puluh lima (45) derajat.
1.1.4. Lemparan dari Samping Kepala.
Sikap badan pada lemparan atas adalah berdiri tegak, kedua kaki lututnya agak ditekuk dan sedikit terbuka siap untuk melangkah, pegang bola dengan dua atau satu tangan, siku ditekuk rapat dengan badan, sebelum bola dilemparkan maka bola dibawa kesamping badan sambil memutar badan hingga bahu menghadap arah lemparan diikuti oleh langkah kaki yang belakang.
1.2. Cara Menangkap Bola.
Dalam tatacara menangkap bola yang perlu diperhatikan adalah:
1.2.1. Sikap menangkap bola, kedua kaki mengangkang dan lutut agak ditekuk
1.2.2. Pandangan melihat arah datangnya bola
1.2.3. Bola diusahakan disokongkan dengan menggunakan
Kedua telapak tangan segera ditarik mengikuti arahnnya
Bola, dengan kaki yang didepan melangkah kebelakang.
1.2.4. Menangkap bola dapat dilakukan dengan diam
ditempat maupun dengan lari.
2. Cara Menggiring Bola (Drible)
Agar dapat melakukan drible dengan benar, hal-hal yang harus diperhatikan:
2.1. Bola dipegang kedua tangan dengan rilaks. Setelah bola dipantulkan dan memantul ke atas, kita dapat mendorong kembali dengan menggunakan telapak tangan kanan ataupun tangan kiri.
2.2. Badan dalam posisi tegak sedikit condong kedepan sehingga berat badan tertumpu pada kedua belah kaki. Pandangan selalu kedepan, kendalikan dengan menggunakan jari-jari dan pergelangan tangan.
2.3. Memantulkan bola ada dua macam menurut kebutuhan yaitu :
2.3.1. Pantulan tinggi digunakan untuk kepentingan menyerang tetapi jangan sampai melebihi pinggang.
2.3.2. Pantulan rendah digunakan dalam keadaan pelan sehingga dapat
2.3.3. Untuk mengatur serangan ataupun waktu.
3. Tembakkan (Shooting)
Shooting adalah memasukkan bola atau menembak bola kedalam keranjang (Eme Musnan, 1985 hal 34), shooting berasal dari kata “shoot” yang berarti menembak, mengajukan, melempar, mengurangi, melepaskan, membuang (Ecol dan Sadili, Kamus Inggris Indonesia, Gramedia Jakarta, Thn. 1989, hal. 521), shooting yang penulis maksudkan disini adalah memasukan bola atau menembakan bola kedalam keranjang.
Oleh karena yang dibicarakan dalam skripsi ini yaitu mengenai menembak (Shooting), maka menembak bola kedalam keranjang ada 2 (dua) cara yang umum digunakan yaitu:
1. Tembakan dengan satu tangan
2. Tembakan dengan dua tangan
(Imam Suyadi, MA, 1979, hal.87)
1. Tembakan dengan Satu Tangan
Menembak dengan satu tangan harus diutamakan, karena kecepatan menembak lebih terjamin dan koordinasi lebih mudah dikuasai bila dibandingkan dengam penembakan dengan menggunakan kedua tangan.
2. Menembak dengan Kedua Tangan
Shooting kedua tangan atas kepala yaitu: berusaha memasukkan bola kedalam keranjang lawan sebanyak-banyaknya secara tepat dengan posisi bola di atas kepala hingga lemparan dilambungkan (tembakan bebas).
4. Cara Memoros/ Berputar (Pivot)
Yang dimaksuad dengan pivot adalah memutarkan badan kesegala arah dengan salah satu kaki menjadi as/poros, pada saat pemain menguasai bola, sedangkan kaki yang dipindahkan dapat lewat depan atau belakang. Pivot berguna melindungi bola dari perebutan lawan untuk kemudian bola itu dioperkan kepada temannya atau mengadakan tembakan (shooting).
5. Olah Kaki atau Gerakan Kaki (Foot Work)
Yang dimaksud dengan olah kaki atau gerakan kaki adalah keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal:
a. Dapat melakukan gerakan star dengan cepat dan berhenti dengan cepat pula tanpa kehilangan keseimbangan.
b. Dapat melakukan gerakan merubah arah gerak, baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
C. Lompatan
Lompatan adalah suatu hasil dan gerakkan tubuh keatas sehingga mencapai titik tertentu. (TIM Tahun 1988. Hal. 531). Dalam permainan bola basket sudah tentu kita akan melakukan lompatan, baik disaat rebound (merayah bola), memblok (menghalau bola) dan saat melakukan shooting (memasukkan bola).
Untuk menunjang dalam permainan bola basket selain penguasaan peknik dan taktik juga diperlukan kekuatan pada otot, penguatan otot-otot tersebut meliputi:
1. Penguatan otot bahu
2. penguatan pada otot lengan
3. penguatan pada pergelangan tangan
4. Penguatan pada otot punggung bagian bawah
5. Penguatan pada otot perut, paha dan betis
(Yanto Kusyanto. Hal. 228).
Pada poin 5 (lima) disebutkan penguatan otot perut, paha dan betis. Kita ketahui bahwa ketiga bagian otot-otot tersebut merupakan otot-otot yang berhubungan sewaktu melakakukan lompatan.
Sillis dan Oconnor yang menciptakan suatu program latihan khusus untuk pemain basket yang bertujuan melatih kekuatan, daya tahan serta kekuatan otot-otot yang diantaranya untuk melatih serta meningkatkan kamampuan melompat bagi para pemain bola basket.
D. Jump Shoot Shooting.
Jump shoot adalah suatu tembakan yang dilakukan dengan jarak, baik dilakukan dengan jarak dekat maupun jarak jauh dengan posisi keranjang (ring), sehingga seolah-olah keranjang (ring) tingginya sangat sejajar dengan kita. Jump shoot / tembakan sambil melompat sangat membutuhkan kemampuan lompatan yang bagus serta pelakunya (Imam Suyadi, MA, 1979, hal. 87).
Cara pelaksanaannya;
Pelaksanaan pegangan dan pelepasan bola pada jump shoot sama dengan pelaksanaan tembakan tanpa lompat pada umumnya, bedanya dalam jump shoot didahului dengan lompatan tegak lurus ke atas, dan bola dilepaskan pada saat penembak sampai pada titik tingginya, atau saat dia berhenti di atas, pada waktu di atas, kaki lemas bergantung.
E. Kerangka Berpikir
Berdasarkan teori permainan bola basket, ternyata tinggi lompatan pemain merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pemain dalam mencapai prestasi jump shoot shooting, hal ini disebabkan letak dari keranjang basket berada diatas posisi yang lebih tinggi dari pemain, dengan ketinggian yang telah ditentukan serta sulit untuk dihalangi lawan dalam bermain bola basket, namun sejauh mana hubungan tinggi badan para pemain dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket masihlah perlu kiranya dilakukan penelitian.
Langganan:
Postingan (Atom)